Hari Kesadaran Tsunami Sedunia, Pastikan Selalu Siaga!

Halo, Teman Sehat! Setiap tanggal 5 November diperingati sebagai World Awareness Tsunami Day atau Hari Kesadaran Tsunami Sedunia. Tsunami termasuk salah satu bencana alam yang memakan banyak korban jiwa. Mengingat akhir-akhir ini sering terjadi angin kencang, banjir, dan berbagai cuaca buruk di wilayah Indonesia maka diperlukan siaga dini untuk lebih tanggap bencana. Berikut ini merupakan serba-serbi bencana tsunami yang harus kamu tahu. Check it out!

Cerita nyata “Inamura-no-hi” 

sumber: un.org

Peringatan ini dilatarbelakangi kejadian penyelamatan Tsunami Jepang tanggal 5 November 1854. Kilas balik peringatan hari internasional mulai dicetuskan sejak 2015 oleh United Nation bedasarkan United Nations Resolution 70/203. Alasan dasarnya yaitu sebagai motivasi untuk meningkatkan kesadaran bahwa lebih dari 700 juta orang tinggal di pesisir pantai dan pulau-pulau kecil yang rentan menjadi korban jika tsunami terjadi.

The most devasting natural disaster

Tsunami merupakan serangkaian gelombang laut yang timbul dari kejadian di dasar laut dalam periode yang panjang. Kemungkinan penyebab tsunami diantaranya gempa bumi yang diikuti oleh perpindahan massa atau batuan sangat besar di bawah air (laut atau danau), bisa juga karena tanah longsor serta letusan gunung berapi di bawah laut. Tsunami termasuk bencana alam yang jarang terjadi namun sangat berbahaya.

Gelombang, Atlantik, Pasifik, Samudra, Besar, Biru

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 178 kabupaten/kota di lebih dari 20 provinsi Indonesia memiliki risiko tinggi terhadap bencana ini. Oleh karena itu, alangkah baiknya kita menyikapi dengan tanggap bukan rasa takut.

Tanggap tsunami dengan 3 langkah

Berikut ini merupakan langkah-langkah dasar yang harus dilakukan berdasarkan tanda-tanda kemunculan tsunami:

  1. Tanggap gempa. Terjadinya tsunami diawali dengan gempa skala kuat maupun lemah yang berlangsung cukup lama. Setelah terjadi gempa, segera jauhi pantai atau tepi sungai.
  2. Tanggap peringatan. Biasanya peringatan dikeluarkan oleh media yang mudah dijangkau.
  3. Tanggap evakuasi. Setelah menerima peringatan, segera evakuasi melalui jalur yang telah disediakan atau pergi ke tempat yang tinggi.

 “Tas Tanggap Bencana”

Standar minimal perlengkapan kesiapsiagaan keluarga ini ditetapkan oleh BNPB  yang berisi berbagai perlatan yang harus disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya, diantaranya:

Pertolongan Pertama, Tolong, Asosiasi Kasus, Bagasi

  • Dokumen penting

Dokumen berupa fotokopi KK, KTP/SIM/Paspor/BPJS/ATM/buku nikah, buku tabungan, surat berharga seperti sertifikat tanah, BPKB, STNK, serta ijazah yang disatukan dalam map plastik tertutup rapat. Salinan juga bisa dibuat sebelumnya untuk dititipkan pada keluarga terdekat yang tinggal di daerah lain.

  • P3K sederhana

Perlengkapan perawatan luka seperti obat merah, kain kasa, perban, plaster, gunting kecil, peniti, dan penjepit. Obat-obatan umum seperti obat diare, batuk, sakit kepala, lambung, demam, minyak kayu putih, obat gosok juga diperlukan. Jangan lupa obat-obatan khusus jika kamu menderita penyakit tertentu

  • Alat penerangan seperti senter, cadangan baterai, lilin dan korek api. Alat tersebut berfungsi sebagai penerangan dan untuk memanggil bala bantuan
  • Peluit sebagai sarana bala bantuan
  • Selimut yang mudah dibawa dan jas hujan plastik
  • Baju ganti seperti pakaian luar maupun dalam secukupnya
  • Perlengkapan kebersihan pribadi berupa handuk kecil, sabun, sikat gigi, tisu, tisu basah, pembalut
  • Peralatan makan berupa sendok dan piring plastik
  • Kabel charger/pengisi daya/pengisi batere HP
  • Makanan siap makan dan tahan lama seperti biskuit, kue kering, produk instan
  • Buku tulis kecil & pulpen
  • Botol minum dengan air minimal 2 liter/hari/orang.

Perlu diperhatikan agar memeriksa kembali perlengkapan setiap 3 bulan, terutama untuk makanan dan minuman dengan tanggal kadaluarsanya. Jangan lupa sesuaikan barang dengan kondisi dan kebutuhan anggota keluarga.

Hari Kesadaran Tsunami Sedunia bertujuan meningkatkan kesadaran akan bahaya tsunami. Bahkan beberapa organisasi internasional seperti United Nation menyelenggarakan seminar sebagai media edukasi. Langkah-langkah di atas sangat penting khususnya bagi masyarakat di daerah rawan bencana seperti pesisir pantai, namun ngga ada salahnya jika kita semua memiliki kesadaran akan hal tersebut. Share informasi menarik ini ke orang-orang di sekitar kamu!

Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.