Teman Sehat, pada tanggal 7 November 2020, linisehat.com berkesempatan untuk menghadiri kegiatan 5th ISON (International Seminar on Nutrition) yang diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia.
Kegiatan ini dilakukan secara daring (online) dengan tema “Healthy Diet to Maintain Optimal Immunity in the New Normal Era“. Nah, mau tahu cara menghadapi era new normal, saat ini? Yuk, simak penjelasannya di sini!
Update informasi mengenai COVID-19
Teman Sehat, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, per tanggal 5 November 2020, kasus COVID-19 terkonfirmasi sebanyak 425,796 jiwa dengan kasus aktif 54,306 jiwa, kasus sembuh 357,142 jiwa dan kasus kematian 14,348 jiwa. Angka ini akan terus menurun, jika kamu terus menerapkan protokol kesehatan.

Oh iya, tahukah kamu kalau pandemi ini, ternyata secara ngga langsung memengaruhi status gizi masyarakat Indonesia? Yap, melalui paparannya, Dr RR Dhian Probayekti, SKM, MA selaku Direktur Gizi Masyarakat, Kemenkes RI, menyatakan bahwa beberapa kasus gizi di Indonesia mengalami tantangan dalam penyelesaiannya.
Hal ini dikarenakan, selain menangani kasus gizi yang sudah ada, seperti kekurangan zat gizi, kelebihan berat badan & obesitas, serta kekurangan zat gizi mikro (Fe) juga harus menangani kasus COVID-19 yang sedang berlangsung. Nah, karena itulah Kemenkes RI melakukan beberapa inovasi untuk menangani kasus kesehatan sebelumnya.
Upaya penanganannya
Salah satu upaya yang diterapkan, yaitu dengan menginovasi dan mengoptimalkan kembali program yang sudah ada, seperti program Posyandu dan Puskesmas. Semua bekerjasama melaksanakan pelatihan, telekonsultasi melalui WhatsApp atau telepon, kunjungan ke rumah, menguatkan kembali penerapan GERMAS dan edukasi gizi kepada masyarakat, hingga tetap melakukan pelayanan kesehatan.

Oh iya, info terkini mengenai vaksin Merah-Putih, vaksin yang dikembangkan oleh peneliti dalam negeri, juga masih dalam tahap proses penelitian lebih lanjut, loh! Yap, melalui paparannya Prof Amin Subandrio, selaku Direktur Eijkman Intitute for Molecular Biology menyatakan bahwa vaksin ini butuh 1-2 tahun untuk melihat kefektifannya. Hal ini disebabkan, adanya respon sistem imun yang berbeda pada setiap orang, menjadikan vaksin ini memerlukan penelitian lebih lanjut sebelum digunakan.
Konsumsi pangan lokal, boosting sistem imunmu!
Dalam paparannya, dr Mira Dewi, MSi, PhD selaku peneliti dari FEMA IPB University menyatakan, bahwa pangan lokal yang ada disekitarmu bisa meningkatkan sistem imunmu, loh! Kandungan asam amino, asam lemak, vitamin, mineral, phytochecmical, probiotik dalam pangan lokal bisa membantu menjaga kerja sistem imunmu.

Nah, kamu bisa mendapatkannya dari daging, ikan, ayam, buah, sayur maupun rempah yang banyak ditemukan di pasar. Contohnya, ikan gabus yang berfungsi meningkatkan albumin dan TLC (Total Lymphocite Count) yang berhubungan dengan sistem imun tubuh dan ikan lele yang bisa meningkatkan fecal IgA serta sebagai suplementasi vitamin C.
Kelompok sayur-sayuran seperti pare, toge, daun kelor dan tomat, juga memiliki kandungan zat aktif yang bisa menjaga sistem imun kamu, loh! Kalau dari kelompok buah, jambu biji merah, mengkudu dan buah merah dari Papua mengandung vitamin C. Rempah, seperti empon -empon dan tempe sebagai probiotik juga baik, loh untuk menjaga kesehatanmu!
Bagaimana dengan kasus stunting?
Seperti yang sudah dijelaskan oleh ibu Dhian, masalah gizi yang masih ada di Indonesia, salah satunya stunting, tetap dilakukan upaya pencegahan dan penanganannya. Sejalan dengan itu, Dr Anuraj Shankar dari Oxford University juga menyatakan bahwa penanganan COVID-19 dan stunting, ngga bisa dipilih untuk diprioritaskan.

Hal ini tidak dikarenakan keduanya bisa dilakukan bersamaan agar upaya penanganannya tetap berjalan dengan baik. Dr Anuraj juga percaya, negara-negara yang mengalami hal ini, termasuk Indonesia bisa menghadapinya dengan baik. Terlebih lagi, Indonesia memeliki para peneliti dan tenaga kesehatan yang luar biasa menghasilkan dalam menghadapi dan menangani masalah ini.

Nah, Teman Sehat, selain kegiatan seminar utama, terdapat simposium ISON terpisah dengan pembicara yang ngga kalah keren, seperti Prof Dr Ir Endang S. Rahayu, dr Davrina Rianda, MGizi, Bapak Harry Frietag Lugio Muhammad SGz, MSc, RD dan Coach Mury Kuswari, SPd, MSi yang membahas imunitas, vitamin C, dan sport nutrition.
So, bagaimana dengan persiapan new normal ala kamu?
