Shaken Baby Syndrome saat Mengayun Bayi, Bahayakah?

Teman Sehat, seiring perkembangannya si kecil akan melewati tahapan tumbuh kembangnya sehingga terlihat menggemaskan. Nah, ternyata ada yang perlu kamu waspadai saat mengasuh bayi, salah satunya shaken baby syndrome atau cedera serius saat mengayunnya. Bagaimana ini terjadi? Simak penjelasannya di sini!

Penyebabnya

Shaken baby syndrome atau sindrom guncangan pada bayi merupakan salah satu penyebab gangguan saraf, bahkan kematian, loh! Biasanya kejadian ini terjadi pada usia di bawah 2 tahun dan saat sengaja maupun ngga yang menyebabkan cedera akibat guncangan, seperti melempar bayi ke udara.

Selain itu, jika kamu ngga sengaja ‘melempar’ si kecil ke kasur karena kelelahan, ternyata bisa menyebabkan perubahan mendadak pada posisi kepala sampai leher. Perubahan posisi secara mendadak ini, membuat otak mengalami perputaran atau pergeseran terhadap aksisnya (batang otak). Jika kondisinya parah, maka akan menyebabkan robekan pada saraf dan pembuluh darah yang berujung pada kerusakan dan perdarahan otak.

Gejalanya,

Nah, gejala shaken baby syndrome ini cukup luas mulai ringan hingga berat. Pada kondisi ringan, terkadang gejalanya ngga khas dan bisa membaik seiring bertambahnya waktu. Tapi, kamu perlu mewaspadai jika si kecil jatuh atau diayun dan muncul ciri seperti rewel, lemas, cenderung banyak tidur, muntah (cenderung menyembur), hingga nafsu makan dan menyusunya menurun.

Gejala ini bisa terjadi selama beberapa hari atau minggu dengan kondisi berat. Nah, untuk memastikannya, dokter akan melakukan CT-scan agar cepat teratasi, maka risikonya lebih rendah. Jika si kecil mengalami gejala non-spesifik yang sembuh dengan sendirinya, akan ada pengaruh pada otak. Yap, si kecil akan merasakan gangguan belajar atau perilaku saat tumbuh besar.

5 Cara mencegahnya

Kamu bisa mencegah hal ini terjadi, dengan beberapa cara, seperti:

  1. Hindari bermain, bercanda atau mengayun lengan anak yang memungkinkan adanya goncangan keras, atau bahkan melempar bayi
  2. Jika ingin meletakkan bayi pada ayunan, pilih ayunan khusus bayi dengan ritme yang lembut.
  3. Selalu awasi anak jika bermain dengan saudara atau anak yang lebih tua
  4. Pilih pengasuh yang bisa dipercaya, memiliki emosi yang stabil dan matang secara psikologis
  5. Jika orang tua memiliki masalah psikis, sebaiknya mencari bantuan profesional dari psikolog atau psikiater agar bisa mengasuh lebih aman, stabil dan bertanggung jawab.

Nah, itulah beberapa hal yang Teman Sehat lakukan untuk mencegah shaken baby syndrome pada si kecil. Jangan lupa selalu terapkan pola asuh dan asih yang menyenangkan, ya! Kamu juga bisa bagikan tips ini kepada lingkungan sekitar untuk mencegahnya.

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.