Halo Teman Sehat! Pernahkah kamu mendengar istilah dispepsia?
Dispepsia adalah suatu kondisi dimana terjadi peradangan pada dinding lambung bagian dalam yang menyebabkan terbentuknya kikisan dan luka. Penyakit ini memang bukanlah penyakit yang sangat serius seperti kanker, tetapi jangan salah! Penyakit ini akan sangat mengganggu aktivitas dan performamu ketika lagi muncul.
Yuk kenalan dengan dispepsia lebih lanjut!

Apa gejala dan penyebab dispepsia?
Dispepsia memiliki gejala nyeri dan perasaan tidak nyaman pada perut bagian atas karena rasa penuh saat makan, nafsu makan menurun, mual, muntah, sesak nafas dan dada terasa panas.
Berdasarkan keluhan yang dirasakan, dispepsia dibagi menjadi 3 tipe:
- Tipe ulkus, apabila keluhan yang dominan adalah nyeri ulu hati
- Tipe dismotilitas, apabila keluhan yang dominan adalah perut kembung, mual dan cepat kenyang
- Tipe nonspesifik, apabila keluhan tidak jelas untuk dikelompokkan pada salah satu jenis di atas
Tipe-tipe tersebut dapat terjadi apabila gas dan isi lambung naik. Gas dan isi lambung dapat naik karena dipengaruhi dan disebabkan oleh beberapa hal, misalnya:
- Irritable Bowel Syndrome (IBS) yaitu gangguan pergerakan makanan di usus
- Penyakit Gastroesophageal Reflux (GERD)
- Penyakit Hernia Hiatus
- Intoleransi laktosa atau ketidakmampuan untuk mencerna susu dan produknya
- Peradangan pada kandung empedu
- Stres, cemas dan depresi
- Efek samping dari konsumsi kafein, alkohol, atau obat-obatan
- Kanker lambung
- Infeksi lambung Helicobacter pylori
Bagaimana cara mengatasinya?
Dispepsia akan sangat mengganggu, apalagi kalau rasa sakit dan nyeri yang teramat sangat sudah dirasakan ketika beraktivitas. Makanya, penyakit ini harus cepat diatasi dengan beberapa cara ini.
1. Lakukan pengobatan

Cara mengatasi dispepsia yang paling ampuh adalah dengan menggunakan obat dari dokter. Apabila penyakit ini disebabkan karena adanya luka akibat asam lambung dapat diberikan obat penurun asam lambung seperti antasida, ranitidin, lansoprazole dan omeprazole.
Apabila penyakit lambung ini juga disertai dengan infeksi bakteri, maka diperlukan juga antibiotik untuk membunuh bakteri. Tapi, menggunakan obat-obatan dapat menimbulkan sedikit efek samping sakit kepala, mual, dan diare. Jangan lupa bahwa mengatasi penyakit ini dengan obat-obatan tetaplah harus mengikuti petunjuk dokter.
2. Lakukan Kebiasaan Pola Hidup Sehat dan Teratur

Pola hidup memang sangat mempengaruhi muncul atau tidaknya penyakit apalagi dispepsia. Pola hidup sehat dapat mengurangi resiko terjadinya segala jenis penyakit, termasuk dispepsia. Beberapa pola hidup yang dapat diterapkan untuk mencegah dan mengatasi dispepsia adalah seperti ini:
- Rajin berolahraga dengan benar dan teratur
- Hindari stres, cemas dan depresi
- Istirahat yang cukup
- Jangan mengenakan pakaian ketat di sekitar perut
- Hindari rokok, alkohol, makanan pedas, makanan asam, dan kopi yang dapat membuat asam lambung semakin mengikis lambung
- Makan tepat waktu dan selingi juga dengan snack. Gunakan prinsip makanan porsi sedikit tapi sering
- Setelah makan, tunggu 2-3 jam sebelum berbaring
- Jangan makan terlalu larut malam
- Menjaga kebersihan alat makan, minum dan tangan agar terhindar dari infeksi bakteri
- Tidak mengonsumsi banyak obat anti-inflamasi yang dapat menganggu lambung
Dengan mengubah kebiasaan dan pola hidup menjadi sehat makan akan membuatmu terhindar dari dispepsia. Bagaimana pendapatmu? Jangan lupa tulis di kolom komentar ya! (agt&don)

