Inilah 3 Risiko Masalah Kesehatan pada Lansia!

Halo, Teman Sehat! Dalam rangka merayakan Hari Kesehatan Nasional, dengan tema “Generasi Sehat, Indonesia Unggul” kamu, sebagai generasi sehat diharapkan untuk ikut berperan dalam menggalakan promosi kesehatan. Gaya Hidup ini ngga cuma berlaku buat kamu generasi sehat millenial tapi bagi lansia yang menjadi generasi millennial pada zamannya.

Semakin bertambahnya umur seseorang, maka akan banyak perubahan yang terjadi pada tubuh, baik berupa perubahan fisik maupun biologis. Nah, perubahan inilah yang akan meningkatkan risiko kesehatannya. Yuk, simak penjelasannya di sini!

Menua, perubahan yang ngga bisa ditolak

Menua merupakan proses alami yang akan dirasakan oleh setiap orang,  disaat umur kamu terus bertambah. Seseorang yang mengalami proses ini, umumya disebut lansia. Lansia merupakan seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas.

   

Biasanya, proses ini bersamaan dengan perubahan-perubahan yang terjadi, seperti perubahan fisik, yang ditandai oleh perubahan elastisitas kulit, mata yang ngga bisa melihat lebih jelas, daya ingat yang mulai berkurang, dan sebagainya. Pada sisi biologis, juga terjadi beberapa perubahan seperti, mulai berkurangnya konsumsi makanan, sistim imun dan metabolisme tubuh yang cenderung menurun.

Selain itu, mereka juga rentan mengalami masalah kesehatan mental, karena terbebani oleh pemikirannya yang dianggap menambah beban keluarga. Nah, beberapa hal inilah yang terkadang secara ngga langsung memengaruhi meningkatnya risiko masalah kesehatan pada lansia. Masalah yang terjadi pada lansia, berbeda, loh dengan masalah yang kamu hadapi. Lansia rentan terkena sindrom geriatric atau sindrom kumpulan masalah kesehatan yang dikeluhkan. Yuk, simak penjelasannya!

1. Gangguan sistem kekebalalan tubuh

Seiring dengan bertambahnya usia pada lansia, maka tubuh juga mulai banyak mengalami perubahan, salah satunya perubahan sistem kekebalan tubuh. Saat muda, daya tubuh kamu berada dalam kondisi yang optimal (jika diimbangi dengan gaya hidup yang sehat), sehingga kamu ngga gampang terkena penyakit.

Tetapi, bertambahnya usia cenderung menurunkan fungsi kerja tubuh kamu, sehingga sistem kekebalan tubuh juga mulai menurun. Selain itu, menurunnya sistem kekebalan tubuh juga bisa disebabkan oleh penyakit yang diderita, penggunaan obat-obatan pada proses penyembuhan, dan asupan zat gizi yang menurun.

2.Kekurangan Zat Gizi

Seperi yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya, ternyata kekurangan asupan zat gizi, merupakan salah satu penyebab masalah kesehatan pada lansia, loh! Hal ini terjadi karena, menurut artikel yang ditulis pada laman website Direktorat Jendral Pelayanan Kesehatan, lansia dengan usia 40-70 tahun, cenderung kekurangan 25% asupan makanannya.

Lansia cendeung merasakan gangguan makan, karena adanya beberapa faktor, seperti faktor fisiologis (perubahan rasa dalam mengecap, membedakan aroma, kesulitan dalam mengunyah, gangguan pencernaan dan sebagainya), faktor psikologis (depresi dan demensia), dan faktor sosial (kehidupan sehari-hari dan budaya makan).

3. Depresi

Depresi ternyata ngga cuma dirasakan oleh kamu yang penat dengan pekerjaan atau rutinitas keseharian. Lansia juga berisiko terkena depresi karena merasa kehilangan seseorang yang disayangi, seperti pasangan hidup, anak, bahkan benda kesayangannya. Selain itu, merasa tidak berdaya dan menjadi beban orang lain, juga menjadi salah satu penyebabnya.

Bahkan, pada kasus yang lebih lanjut, lansia bisa menarik diri dari lingkungan, yang menyebabkan dirinya merasa terisolasi dan depresi. Selain itu, beberapa diantaranya juga bisa berpikiran untuk mengakhiri hidupnya karena merasa depresi. Menyedihkan ya, Teman Sehat.

Nah, untuk itulah, kamu sebagai generasi sehat millennial, perlu memperhatikan lingkungan sekitar, termasuk kelompok lansia yang butuh perhatian khusus. Bukan hanya dengan menyediakan fasilitas untuk mendukung kegiatannya saja, tetapi juga dukungan orang terdekat untuk memenuhi kebutuhan kasih sayangnya, asupan zat gizi, dan impian mereka agar kelompok ini punya semangat untuk menjalani hidup. Yuk, mulai dukung mereka!

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *