Merasakan Gejala COVID-19, Perlukah Isolasi Mandiri?

Teman Sehat, tahukah kamu ternyata ngga semua gejala batuk, demam, dan sesak menandakan kamu positif terinfeksi COVID-19? Tapi, kamu jangan pernah menganggap remeh hal ini, waspadalah dengan gejala yang ada. Ketika kamu merasakan gejala tersebut, ada baiknya jangan panik dan langsung ke rumah sakit, tapi lakukanlah isolasi mandiri. Apakah tindakan ini benar? Yuk, simak penjelasannya!

1. Lakukan isolasi mandiri selama 14 hari

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ketika kamu merasakan demam, batuk, dan merasa tubuh tidak baik, jangan buru-buru menyimpulkan kalau kamu terinfeksi virus ini. Tetaplah tenang dan waspada, kamu bisa melakukan isolasi mandiri selama maksimal 14 hari di rumah.

Saat melakukan isolasi mandiri di rumah, pastikan ruangan yang kamu gunakan terpisah dari anggota keluarga lainnya. Pastikan pula alat makan dan alat kebersihan, untuk sementara dipisahkan. Jika ingin meminta bantuan, lakukanlah komunikasi menggunakan alat bantu telekomunikasi lewat chat ataupun telepon. Jika kamu masih ragu dengan gejala ini, hubungilah call center COVID-19 yang ada di daerah mu, untuk memastikan tindakan yang diambil.

2. Tetap lakukan pola hidup sehat selama isolasi

Selama isolasi mandiri berlangsung, kamu juga perlu untuk memperhatikan asupan makanan bergizi yang masuk ke dalam tubuh. Pastikan makanan yang kamu konsumsi, selain berfungsi untuk mengisi energi, juga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan. Perbanyaklah konsumsi buah, sayur, lauk hewani dan nabati, minum rempah dan air putih.

Selain itu, tetap lakuka olah raga ringan agar tubuh tetap bergerak dan kerja sistem tubuh menjadi optimal. Oh iya, kamu juga disarankan untuk berjemur loh, untuk mendapatkan asupan vitamin D pada tubuh yang akan membantu kerja imun. Jangan lupa juga untuk menjaga kebersihan dengan menyemprotkan cairan desinfektan yang bisa kamu buat sendiri, berdasarkan saran dari LIPI.

3. Pantau kesehatan tubuhmu

Saat Teman Sehat melakukan isolasi mandiri, jangan lupa untuk memantau perkembangan kesehatanmu. Kamu bisa membuat beberapa check list kesehatan tubuh untuk merekam perkembangan kesehatan mu secara tertulis, mulai dari suhu tubuh, gejala batuk, maupun sesak.

Pada suhu tubuh, periksalah suhunya secara berkala, menggunakan termometer tubuh. Standar suhu normal tubuh adalah adalah 36,5-37,2. Jika suhu tubuhmu melebihi suhu tersebut, seperti berkisar 38-39 derajat, maka perlu dilakukan tindakan lebih lanjut. Begitupun dengan gejala batuk ringan dan sesak, tulislah perkembangan harian yang dirasakan

Ketika asupan obat diperlukan, untuk sementara gunakanlah obat yang biasa kamu konsumsi, seperti paracetamol untuk panas dan obat batuk lainnya. Organisasi kesehatan dunia (WHO) beserta organisasi kesehatan lainnya, belum memastikan obat spesifik yang bisa meredakan gejala ini.

3. Jika tubuh merasa ngga baik, hubungi call center pusat atau daerahmu!

Ketika rekaman kesehatan kamu menujukkan keadaan yang semakin memburuk, seperti masih merasakan demam, batuk dan sesak nafas yang semaik mengganggu, ambilah tindakan yang cepat dan tepat. Kamu bisa menghubungi call center COVID-19 yang ada di daerah sekitarmu, maupun pusat. Call center ini akan dengan sigap membantu kamu sampai ke rumah sakit rujukan terdekat untuk penangan lebih lanjut.

Nah, Teman Sehat itulah beberapa hal yang perlu kamu tahu, ketika gejala sakit yang mirip dengan gejala infeksi COVID-19 terasa di tubuh. Jangan panik, karena panik akan membuat kamu mudah stres dan sistem kekebalan tubuh menurun, sehingga virus akan cepat berjalan ke tubuh. So, tetap jaga kesehatan, just stay at home dan produktiflah di rumah!

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *