Mitos dan Fakta pada Masa Hamil yang Harus Kamu Tau

Halo Teman Sehat! Masa 9 bulan kehamilan adalah masa kritis yang menentukan kualitas bayi yang dikandung. Nah, pernah ngga sih kamu mendengar tentang mitos tertentu pada masa kehamilan, beberapa diantaranya memang menghibur namun ada juga mitos yang membuat ibu hamil khawatir loh. Penasaran?

Berikut yuk kita simak pembahasan terkait mitos-mitos pada masa kehamilan!

1. Ibu hamil makan untuk 2 orang, jadi makanlah lebih banyak

Mengonsumsi dua porsi bukan berarti dua porsi dewasa ya Teman Sehat, karena faktanya tambahan energi harian yang dibutuhkan hanya sebesar 300 kkal. Penambahan tersebut setidaknya setara dengan kalori pada segelas susu dan setangah potong roti isi. Penambahan berat badan pada ibu hamil juga tergantung pada status gizi sebelum hamil. Jika ibu overweight maka penambahan berat badan yang dibutuhkan juga lebih sedikit dibanding ibu dengan status gizi normal maupun kurus. Penambahan berat badan yang berlebihan selama masa hamil bisa berdampak pada sulitnya penurunan BB  ibu pasca melahirkan serta bayi berisiko obesitas saat dewasa.

Baca juga : 5 Makanan ini Bantu Penuhi Kebutuhan Gizi Ibu Hamil Vegetarian

2. Ibu hamil ngga boleh mewarnai rambut

Teman Sehat pernah mendengar mitos yang satu ini? Pewarna rambut dengan berbagai zat kimia dikhawatirkan memiliki efek tertentu pada ibu hamil. Nyatanya, hal tersebut ngga sepenuhnya dilarang dengan catatan penggunaan ngga berlebihan, interaksi dengan kulit yang minimal, atau jika sangat khawatir maka tahan hingga trimester kedua. Beberapa produk pewarna bisa menyebabkan efek mual, sehingga pastikan kamu menggunakannya di ruangan dengan ventilasi udara yang baik.

3. Ibu hamil ngga boleh capek atau berkeringat berlebihan

Dulu dokter sempat merekomendasikan agar ibu hamil tidak perlu berolahraga atau beraktivitas fisik selama masa hamil. Namun, saat ini sebaliknya dianjurkan bagi ibu hamil agar tetap aktif berolahraga sehingga bisa menjaga kesehatan, mengelola stres, hingga mencegah komplikasi yang mungkin muncul seperti diabetes. Aktif olahraga juga membantu memperlancar proses persalinan serta mengembalikan bentuk tubuh setelah persalinan. Mulailah dengan latihan ringan yang rutin seperti berjalan dan pastikan sebelumnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

4. Ibu hamil harus mengonsumsi daging

Peningkatan kebutuhan zat besi dan protein pada masa hamil menjadikan hampir tidak mungkin jika tidak mengonsumsi daging. Namun, pada vegetarian dapat pula memperoleh sumber zat besi melalui sereal yang difortifikasi, bayam, oatmeal yang difortifikasi, juga apricot. Jangan lupa juga konsumsi vitamin c yang membantu absorpsi zat besi. Sedangkan sumber protein alternatif para vegetarian dapat diperoleh melalui sereal yang difortifikasi, bayam, brokoli, kedelai dan olahannya, juga edamame.

5. Ibu hamil jangan makan ikan

Mengonsumsi dua porsi ikan per minggu justru membantu menjaga kesehatan ibu dan janin. Ikan laut mengandung banyak asam lemak omega-3 yang bisa membantu perkembangan otak dan penglihatan janin. Tapi, kamu harus tetap berhati-hati terhadap ikan dengan kandungan merkuri tinggi dan ikan mentah yang bisa mengandung bakteri parasit.

6. Ibu hamil harus berhati-hati dengan kafein

Bagi pecinta kopi mungkin ini adalah hal yang berat, terutama jika dikatakan bahwa kafein menjadi salah satu penyebab keguguran, premature, hingga BBLR. Tapi faktanya hubungan tersebut antara konsumsi kafein dengan berbagai maslah tersebut masih belum jelas. Masih terdapat faktor lain yang membuat risiko tersebut muncul. Jadi, masih boleh menikmati produk dengan kandungan kafein namun jangan sampai kadarnya melebihi batas konsumsi harian. ya!

Sedangkan berikut ini beberapa fakta tambahan yang perlu Teman Sehat tahu untuk menghadapi masa kehamilan:

1. Zat gizi berikut dibutuhkan banget

Umumnya kita mendengar bahwa protein dan zat besi amat dibutuhkan, tapi ada satu zat yang juga sangat penting yaitu kolin – zat gizi yang berperan bagi kesehatan otak janin. Kolin didapatkan dari telur, kedelai dan olahannya, juga hati.

Baca juga : 5 Zat Gizi Ini Cuma Bisa Kamu Dapat dari Produk Hewani loh!

2. Pastikan kebersihan dapur dan makanan

Saat hamil tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit terkait makanan seperti keracunan yang bisa berdampak pada plasenta serta kondisi janin. Jadi lebih baik mencegah risiko tersebut melalui kebersihan diri dan makanan, seperti dengan sederhananya mencuci tangan sebelum makan, menghindari konsumsi produk mentah dan yang ngga steril.

Nah, ternyata mitos-mitos tersebut ngga sepenuhnya benar ya Teman Sehat! Saat hamil pastikan tetap menerapkan perilaku gizi seimbang dan bila perlu minum suplemen zat besi. Kamu pernah mendengar mitos lain belum tertera disini? Tuliskan pendapatmu dikolom komentar ya!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia S.Gz

Related Posts

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.