Yuk, Kenali dan Cegah Mastitis!

Teman sehat, sudah pernah dengar kata mastitis belum? Mastitis bukan singkatan dari Mas-mas Kritis yaa.. apa lagi Mas-mas Mistis

Kalau bukan Mas-Mas Mistis, lalu mastitis apa sih?

cegah Mastitis

Menurut IDAI, mastitis adalah peradangan pada satu atau lebih segmen payudara yang mungkin disertai infeksi atau tanpa infeksi. Mastitis adalah masalah yang paling sering dialami oleh ibu menyusui (busui). Sebagai calon ibu yang baik, kita juga harus paham nih!

Bagaimana sih gejala mastitis?

Busui mungkin akan merasa demam dengan tubuh menggigil dan terasa nyeri seluruh tubuh. Selain itu, payudara terlihat kemerahan dan terasa panas, bengkak serta terasa nyeri meski tidak ditekan. Nah, bisa jadi itu adalah tanda-tanda mastitis.

Hal ini sering terjadi pada tiga bulan pertama setelah melahirkan. Banyak ibu yang menyepelekan masalah tersebut. Karena salah satu gejalanya adalah demam atau flu biasa, sehingga hanya dianggap sebagai demam biasa.

Padahal, jika dibiarkan, mastitis dapat menyebabkan banyak kerugian

  1. Aktivitas menyusui dan interaksi ibu dengan si bayi menjadi tidak berkualitas
  2. Ibu merasa tidak nyaman, ingin menyusui bayi, tapi payudara terasa nyeri
  3. Produksi ASI menjadi berkurang

Mengganggu juga ya, mastitis ini!

Yuk, kita intip apa sih yang bisa menyebabkan mastitis?

1. Pelekatan bayi pada payudara yang tidak tepat

Pelekatan mulut yang tidak tepat pada payudara saat menyusui si bayi dapat menyebabkan bayi hanya mengisap daerah puting saja. Selain membuat bayi sulit mengisap ASI dengan maksimal, hal ini juga membuat puting mudah lecet yang dapat berujung pada mastitis.

2. Penekanan payudara oleh bra yang terlalu ketat

Selama masa menyusui, ukuran payudara akan lebih besar dari biasanya. Sering kali busui lupa, sehingga masih menggunakan bra lama yang sudah sempit dan ketat. Menggunakan bra yang ketat memberikan tekanan yang kuat pada payudara.

3. Puting lecet atau sumbatan pada aliran payudara

Yap, hati-hati dengan puting lecet. Puting yang lecet membuat busui merasa nyeri setiap kali menyusui si bayi. Hal ini sering membuat para busui enggan menyusui dengan sempurna. Akhirnya payudara tidak kosong sempurna.

4. Jarang menyusui

busui yang jarang menyusui atau waktu menyusui yang singkat membuat payudara tidak kosong sempurna. Hal ini membuat busui sangat rentan terhadap mastitis. Begitu pun dengan busui yang berhenti menyusui lebih cepat, sementara produksi ASI-nya masih berlimpah.

5. Ibu kelelahan dan stres

Busui yang kelelahan dan stres dapat membuat daya tahan tubuh menjadi menurun sehingga mudah terserang penyakit termasuk mastitis.

Mastitis terjadi dengan cepat loh, Teman Sehat! Tapi, penyembuhannya pun dapat berlangsung cepat. Pada umumnya, keadaan ini dapat ditangani sendiri oleh busui, sedangkan pada beberapa kasus ada yang membutuhkan bantuan dokter.

Ketika kamu sudah jadi busui nantinya, cobalah untuk melakukan hal-hal sederhana seperti istirahat dan minum air yang cukup, kosongkan payudara setiap kali setelah menyusui, serta hindari penggunaan bra atau pakaian ketat yang dapat menekan payudara.

Nah, sekarang Teman Sehat sudah tau kan tentang mastitis dan apa aja penyebabnya? Yuk, tuliskan pendapatmu di kolom komentar! (agt&don)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.