Luka bakar bukan hal sepele ya, Sahabat Sehat! Bukan sekadar nyeri dan luka biasa yang perlu diobati, tetapi juga penting mengatur makanan untuk penderita luka bakar, Pasalnya penderita berisiko mengalami under nutrition atau malagizi. Bagaimana bisa?
Alasan Penting Atur Makanan untuk Penderita Luka Bakar
Ketika mengalami luka bakar, ada kerusakan kulit sehingga kulit sebagai salah satu ‘dinding’ sistem imun dapat menjadi ‘pintu’ masuknya bakteri dan berisiko mengalami infeksi yang lebih tinggi. Ketika terjadi infeksi maka bisa terjadi perubahan nilai laboratorium hingga muncul tanda inflamasi.

Selain inflamasi, tubuh juga mengalami katabolisme. Katabolisme merupakan proses pencernaan makanan untuk menghasilkan energi, seperti katabolisme karbohidrat, protein, dan lemak. Ketika metabolisme meningkat, tubuh bisa menunjukkan tingkat glukosa darah yang tinggi.
Saat terjadi luka bakar, tubuh akan mengalami lipolisis (pemecahan lemak) dan pemecahan kreatinin tinggi. Oleh karena itu, tak heran jika penderita luka bakar moderat atau mayor mengalami penurunan berat badan. Selain itu, pada urin juga bisa ada peningkatan ureum yang dapat menandakan terganggunya fungsi ginjal. Tentunya hal tersebut dapat diketahui dari hasil tes laboratorium.
Masalah Gizi yang Mungkin Terjadi
Kondisi luka bakar memungkinkan terjadinya malnutrisi karena intake makanan dan kebutuhannya tidak sesuai, terlebih masih ada food taboo yang kurang tepat terkait kesembuhan luka. Seperti, tidak boleh makan ikan karena luka akan sulit kering atau gatal.
Pemberian bahan sembarangan atau non obat pada luka bakar juga seringkali terjadi sehingga potensi infeksi bisa semakin besar. Padahal infeksi harus dilawan, salah satunya dengan asupan makan yang cukup. Jika asupan kurang maka tubuh tidak bisa melawan infeksi secara optimal dan proses penyembuhan semakin lama.

Makanan untuk Penderita Luka Bakar
Jika penderita luka bakar di rumah sakit pengaturan makan tentunya dilakukan oleh ahli gizi dengan jumlah dan pemberian yang tepat. Sementara itu, pemberian makanan harus tinggi kalori dan protein 1,5-2 g/kg berat badan. Contoh sumber protein, seperti telur, ikan, daging, dan kacang-kacangan.
Ada persepsi makan ikan akan membuat gatal, padahal makan ikan atau tidak tetap akan menimbulkan rasa gatal karena itu bagian dari proses perbaikan luka. Pemenuhan cairan 2000-2500 juga penting untuk menghindari dehidrasi. Ketika perawatan di layanan kesehatan, biasanya juga ditambahkan larutan ringer laktat.
Selain itu, vitamin dan mineral yang juga harus terpenuhi. Menurut Jurnal Sains dan Kesehatan, antioksidan flavonoid berpotensi untuk penyembuhan luka bakar. Begitu pula dengan penelitian dalam International Journal of Molecular Sciences, flavonoid dalam sayur dan buah turut membantu dalam pengobatan luka.
Sahabat Sehat bisa bantu proses kesembuhan dengan mengatur makanan untuk penderita luka bakar, memenuhi kebutuhan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Apabila ada komplikasi lainnya maka jumlahnya harus disesuaikan, tentunya butuh pengawasan tenaga medis.
