Sejak tahun 1960-an konsep 4 Sehat 5 sempurna (4S5S) sudah digunakan sebagai pengingat bagi masyarakat Indonesia terkait penuhan kebutuhan zat gizi. Tapi, tahukah kamu, jika konsep ini ngga relevan dan sudah diganti sejak lama dengan Pedoman Gizi Seimbang? Yuk, kupas tuntas pembahasannya di sini!
Mengapa konsepnya ngga digunakan lagi?
Konsep 4S5S petama kali dipopulerkan oleh Bapak Gizi Indonesia, Prof. Poerwo Soedarmo sekitar tahun 1952. Yap, pedoman ini sudah ngga digunakan lagi, karena sudah ngga sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). 
Selain itu, pedoman ini ngga bisa mengatasi permasalahan gizi yang semakin berkembang terutama masalah kegemukan dan obesitas (masalah gizi ganda). Hasil konferensi pangan yang diadakan oleh FAO tahun 1992, juga menetapkan agar semua negara berkembang yang semula menggunakan slogan sejenis “Basic Four” memperbaiki menjadi “Nutrition Guide for Balance Diet”.
Oh iya, dalam pedoman 4S5S juga mengharuskan masyarakat mengonsumsi susu setiap harinya. Padahal, posisi susu sebagai sumber protein bisa digantikan dengan makanan lainnya seperti tahu, tempe, telur dan sumber protein lainnya.
Tujuan Pedoman Gizi Seimbang (PGS)
Kementerian Kesehatan menyusun konsep ini, bertujuan agar perrmasalahan gizi ganda yang banyak dialami oleh masyarakat Indonesia bisa diatasi. Pada konsep 4S5S permasalahan gizi ganda, belum bisa teratasi.

Permasalahan gizi yang terjadi di Indonesia, ngga cuma seputar gizi kurang saja, tapi juga gizi lebih yang biasanya terjadi di wilayah perkotaan. Seseorang yang mengalami gizi lebih (obesitas), juga bisa beresiko tinggi mengalami berbagai penyakit seperti jantung, stroke, diabetes dan sebagainya.
Perbedaan 4S5S dengan PGS
- 4 Sehat 5 Sempurna
- Berisi pesan makanan berupa nasi, lauk, sayur, buah, dan susu.
- Belum termasuk jumlah yang harus dikonsumsi setiap hari
- Susu menjadi makanan/minuman tersendiri dan dianggap sebagai penyempurna
- Belum menggambarkan perlunya minum air putih yang aman dan bersih.

PGS
- Konsumsi aneka ragam makanan yang dilengkapi dengan menjaga kebersihan, aktivitas fisik dan berat badan ideal.
- Penjelasan mengenai jumlah asupan makanan yang harus dimakan setiap harinya.
Susu termasuk kedalam kelompok lauk-pauk dan bukan penyempurna. Susu bisa digantikan dengan jenis makanan lain yang setara nilai gizinya.
Menggambarkan perlunya minum air putih yang aman dan bersih.
Gimana, Teman Sehat? Masih mau mengajarkan konsep 4S5S ke keluarga maupun tetangga? Yuk, sama-sama move on ke PGS. Jangan lupa mulai terapkan dari diri sendiri. Siapa tahu, kamu bisa membantu status gizi masyarakat Indonesia menjadi lebih baik lagi. So, jangan lupa bagikan artikel ini ke orang terdekatmu, ya!
Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP
