Tanggal 8 Maret bertepatan dengan International Women’s Day, perempuan sehat jadi salah satu misi pada momen ini. Perempuan ngga terlepas dari citra tubuh alias body image. Tak sedikit yang akhirnya membangun negative body image atau tidak puas dengan tubuhnya sendiri. Terkadang ada perasaan terlalu gemuk dan ingin menjadi lebih kurus, begitu pula sebaliknya.

Hal ini bisa mengacu pada seseorang yang diidolakan misal ingin punya body image seperti model atau idol. Namun, Tahukah Sahabat Sehat, apa yang lebih penting dari itu? Yap, lebih penting punya tubuh yang sehat dan acuannya bukan sekadar tampak kurus loh! Simak penjelasan berikut.
Mengenal Kesehatan Tubuh Perempuan
Bukan sekadar kurus, perempuan perlu tahu beberapa parameter tubuh yang sehat, seperti indeks masa tubuh, ukuran lingkar lengan atas atau LILA, lingkar perut, dan body fat. Bukan sekadar tampilan luar, nilai ideal parameter tersebut akan memengaruhi status kesehatan.
Indeks Masa Tubuh (IMT)
Perhitungan IMT sebenarnya sama, baik perempuan atau laki-laki, yaitu IMT adalah berat badan dibagi tinggi badan dalam meter pangkat 2. Contoh, berat badan 50 kg, tinggi badan 150 cm atau 1,5 m. Maka 50 kg bagi dengan 1,5 m pangkat dua sehingga hasilnya 22,2.
Hasil 22,2 dalam kategori IMT sudah termasuk normal karena menurut Kemenkes (2019) rentang normal IMT, yaitu 18,5 – 25, kurang dari rentang tersebut berarti kurus dan lebih dari itu berarti gemuk. sebaiknya ada pada rentang normal bukan kurus. Apakah IMT kamu sudah normal?

Lingkar Perut
Sudah punya IMT dan LILA normal? Perempuan juga perlu memperhatikan lingkar perut. Tidak masalah perut tidak rata yang penting adalah lingkar perut tidak melebihi batas ideal, yaitu tidak boleh lebih dari 80 cm.
Cara mengukurnya adalah mengukur melingkar dan sejajar dengan pusar atau bagian perut terluas. Lingkar perut menunjukkan timbunan lemak pada perut, bisa sampai pada sela-sela organ tubuh. Lingkar perut yang melebihi nilai ideal meningkatkan risiko penyakit diabetes mellitus dan jantung.
Body Fat
Faktanya tubuh sangat butuh lemak. Body fat normal perempuan menurut Omron Healthcare dalam Penggalih, M., dkk (2020) adalah 20-30 persen. Fungsi penting lemak untuk perempuan adalah memproduksi hormon estrogen, Oleh karena itu, jika kamu ‘memotong’ semua asupan lemak maka akan berisiko mengalami gangguan menstruasi.
Jadi, jika berniat menurunkan berat badan, kamu bisa melakukan diet seimbang dan defisit kalori, kurangi asupan kalori harian dan tetap konsumsi sumber lemak dan jumlahnya yang dibatasi. Contoh, batasi olahan deep fry, pilih sumber lemak tak jenuh seperti alpukat, minyak zaitun, ikan, dan lain-lainnya.
Lingkar Lengan Atas (LILA)
Ukuran lengan yang ramping juga banyak jadi impian perempuan, namun sebaiknya perempuan punya nilai LILA yang ideal, terlebih saat hamil. Idealnya perempuan punya ukuran LILA lebih dari 23,5 cm. LILA berkaitan dengan asupan gizi dan sebagai metode untuk cek risiko mengalami kurang energi kronik (KEK).
Jadi, daripada hanya sebatas tampak kurus, bukankah lebih baik menjadi perempuan dengan IMT, LILA, lingkar perut, maupun body fat yang normal dan menjadi lebih sehat? Tubuh tidak harus kurus, tapi menjadi lebih sehat adalah investasi terbaik. Yuk berkontribusi dalam campaign International Women’s Day dengan menjadi perempuan yang sehat!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
