3 Fakta Hits Seputar Rokok Elektrik

Rokok elektrik, alias e-cigarrete, yang salah satu contohnya adalah vape, lagi ngehits banget akhir-akhir ini. Rokok elektrik adalah perangkat yang dioperasikan dengan baterai dan dirancang untuk menghantarkan nikotin dengan perasa dan bahan kimia lainnya lewat uap, bukan lewat asap.

rokok elektrik

Rokok elektrik diproduksi buat menyerupai rokok tembakau tradisional, cerutu atau pipa. Bentuknya beragam, bahkan bisa menyerupai benda sehari-hari seperti pena atau perangkat memori USB. Ada lebih dari 250 merek e-cigarrete yang sekarang beredar di pasaran.

Meskipun e-cigarrete sering dipromosiin sebagai alternatif yang lebih aman dari sisi kesehatan dibandingkan rokok tradisional, ternyata jenis rokok ini juga punya bahayanya sendiri loh, Teman Sehat. Check it out!

1. Apakah rokok elektrik lebih aman daripada rokok konvensional?

Sayangnya, pertanyaan ini sulit dijawab karena informasi yang tersedia mengenai produk baru ini tidaklah memadai.

Satu hal yang pasti: merokok adalah penyebab utama berbagai macam penyakit dan kematian.

Dampak kesehatan terburuk yang berhubungan dengan merokok, misalnya kanker dan penyakit jantung, berkaitan dengan penghirupan tar dan bahan kimia lainnya yang diproduksi dari pembakaran tembakau. Sifat menenangkan dan nagih dari rokok adalah akibat nikotin yang terkandung dalam tembakau.

2. Apakah ada bahaya menggunakan rokok elektrik?

Rokok elektrik dirancang buat mengganti tindakan merokok tembakau dengan memproduksi aerosol yang berasap dan menggugah selera. Efek yang dihasilkan dari merokok elektrik ini terlihat dan terasa seperti rokok tembakau, tetapi dengan bahan kimia beracun yang lebih sedikit dibandingkan dengan proses pembakaran tembakau.

Meskipun ngga memproduksi asap tembakau, e-cigarrete masih mengandung nikotin dan bahan-bahan kimia berbahaya lainnya. Seperti yang Teman Sehat udah tau, nikotin adalah zat yang bikin nagih. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa paparan nikotin juga memicu otak untuk menjadi kecanduan pada zat lainnya.

Selain itu, pengujian beberapa produk e-cigarrete menemukan bahwa uap yang dihasilkan rokok jenis ini mengandung zat pemicu kanker dan bahan kimia beracun yang udah ngga asing (seperti formalin dan asetaldehida), serta zat logam yang beracun. Dampak kesehatan dari paparan berulang dari bahan-bahan kimia ini bisa jadi sangat merugikan kesehatan konsumennya.

rokok-elektrik-bisa-merusak

Kekhawatiran yang lain adalah cartridge isi ulang yang digunakan dalam sebagian e-cigarrete. Pengguna rokok jenis ini bisa memaparkan diri pada nikotin pada tingkat yang berpotensi beracun ketika mengisi ulang.

3. Apakah rokok elektrik bisa membantu seseorang untuk berhenti merokok?

Sebagian orang percaya bahwa produk rokok elektrik bisa membantu para perokok buat mengurangi ketagihan nikotin, asalkan mereka juga berusaha buat menghentikan penggunaan tembakau. Tapi, saat ini belum jelas apakah rokok elektrik bisa jadi bantuan yang efektif supaya berhenti merokok. Ada juga kemungkinan bahwa rokok elektrik justru mengabadikan kecanduan nikotin, sehingga mengganggu usaha untuk berhenti merokok.

Produk ini belum dievaluasi secara menyeluruh dalam studi ilmiah. Saat ini, data yang tersedia mengenai keamanan rokok elektrik sangatlah sedikit. Akibatnya, perokok elektrik juga belum banyak tau tentang apa aja dampak rokok elektrik bagi kesehatannya. Tapi, satu hal yang pasti, kalau kamu belum pernah merokok, jangan coba-coba ya karena sangat merugikan kesehatan kamu dan orang-orang di sekitar kamu! (agt&don)

Kontributor: Ayu Andriani

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.