3 Hal yang perlu Diperhatikan saat Memerah ASI

Teman Sehat, pemberian ASI Eksklusif sudah menjadi kewajiban bagi setiap ibu.  Tapi, dalam kondisi tertentu seperti para ibu pekerja, memilih untuk memerah ASI untuk dijadikan simpanan agar si kecil tetap mendapatkan asupan ASI dalam berbagai situasi. Tapi, apakah kamu sudah mengetahui cara menyimpan dan menyiapkan ASI yang baik? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Sebelum memerah

  1. Pastikan selalu mencuci tangan menggunakan sabun setiap akan memerah ASI secara manual maupun dengan alat.
  2. Pastikan kebersihan semua peralatan memerah dan wadah penyimpanan ASI. Wadah yang digunakan bisa berupa kantong khusus ASI, botol kaca atau plastik yang sudah bebas BPA. Hindari penggunaan botol plastik bekas pakai. Lakukan sterilisasi pada alat pompa ASI dan botol kaca untuk menyimpan dengan cara merendam ke dalam air panas selama beberapa menit.

Saat menyimpan

  1. Cantumkan keterangan tanggal ASI diperah, sehingga memudahkan untuk mengetahui ASI yang seharusnya digunakan terlebih dahulu.
  2. Perhatikan suhu tempat penyimpanannya. Jika ASI disimpan dalam suhu ruang maka akan bertahan selama 4 jam. Jika disimpan dalam lemari pendingin maka akan bertahan selama 4 hari. Sementara jika disimpan dalam freezer maka akan bertahan 6-12 bulan. Namun, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan ASI sebaiknya dikonsumsi dalam rentang waktu kurang dari 6 bulan, sehingga kualitasnya masih baik.
  3. Jika ASI akan dibawa untuk bepergian, maka bisa disimpan dalam kotak pendingin maksimal dalalam kurun waktu 24 jam.
  4. Simpan ASI dalam botol atau kantung dengan jumlah yang ngga terlalu banyak . Hal ini diklakukan untuk mengurangi kemungkinan ASI yang terbuang karena ngga habis. Setiap ASI yang sudah dibuka, ngga boleh disimpan kembali.

Saat menyiapkan

  1. Gunakan prinsip First In First Out artinya ASI yang akan digunakan yang disimpan lebih dulu.
  2. ASI bisa dicairkan dengan dua cara, pertama dengan memindahkan ASI beku ke lemari pendingin selama beberapa jam hingga cair. Kedua, dengan cara mencairkan ASI beku ke dalam wadah berisi air hangat. Jangan mencairkan ASI dengan cara direbus atau menggunakan microwave karena akan merusak zat gizinya.
  3. Setelah ASI mencair, jangan lupa untuk mengocok perlahan agar tercampur dengan baik dan untuk memastikan suhunya ngga terlalu panas.
  4. Jika ngga langsung habis, ASI bisa bertahan selama 2 jam di suhu ruang. Namun, jika sudah ngga dikonsumsi lagi maka harus segera dibuang.

Nah, Teman Sehat sudah semakin tahu kan bagaimana menyimpan dan menyiapkan ASIP yang tepat agar kualitas zat gizinya tetap terjaga? Jangan lupa untuk sebarkan informasi ini ke teman dan keluarga yang membutuhkan ya!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *