3 Hal yang Jarang diketahui tentang ASI

Teman Sehat, ASI atau Air Susu Ibu merupakan makanan dan minuman terbaik bagi bayi usia 0-6 bulan. Manfaat ASI pun sudah diakui secara luas baik bagi ibu maupun si kecil dalam jangka panjang. Tapi, ada bebrapa hal yang masih sering menjadi pertanyaan bagi ibu menyusui terkait ASI yang diproduksi. Apa aja ya? Yuk simak penjelasannya di sini!

1. Benarkah rasanya dipengaruhi oleh asupan makanan?

Beberapa studi menunjukan adanya perubahan rasa setelah ibu mengonsumsi makanan tertentu. Rasa ASI yang dihasilkan pun mirip dengan makanan yang dikonsumsi oleh ibu, contohnya ketika mengonsumsi pisang, maka rasanya akan mirip dengan pisang.

Penelitian yang dilakukan oleh Melena pada ibu menyusui yang mengonsumsi jus wortel secara rutin selama 1 bulan, lalu 3 bulan kemudian saat bayinya berusia 6 bulan diberikan bubur wortel. Hasilnya si kecil ngga melakukan penolakan saat diberikan bubur wortel.

Artinya ada kemungkinan ingatan pada si kecil terhadap rasa yang dikenali saat menyusui. Nah, pengenalan rasa saat menyusui bisa menjadi alternatif dalam membantu si kecil mengenal rasa sejak dini dan memungkinkannya untuk meningkatkan nafsu makan ketika MPASI.

2. Penyebab sulitnya keluar

Di Indonesia cakupan ASI Eksklusif dan bayi yang disusui hingga usia 24 bulan masih di bawah 50%. Salah satu penyebabnya yaitu kurangnya dukungan orang sekitar. Perlu diketahui, ASI dapat keluar dengan adanya rangsangan hisapan dari sang bayi. Semakin sering bayi menghisap puting ibu, maka semakin mudah saat menyusui.

Tentu kegiatan ini membutuhkan kesabaran yang sangat luar biasa. Kesabaran bisa terbentuk, saat lingkungan di sekitar ibu menyusui mendukungnya. Dukungan ini ngga cukup lewat lisan, tetapi diwujudkan dalam tindakan, seperti suami siaga. Suami yang mau membatu pekerjaan rumah, rela menemaninya saat si kecil menangis, memenuhi kebutuhannya, sehingga ibu ngga merasa sendirian dan ASI pun akan keluar dengan lancar.

3. Apakah benar kandungannya mirip dengan MSG ?

MSG atau mono sodium glutamate terdiri dari sodium, glutamate dan air. Glutamat merupakan asam amino non-esensial yang artinya bisa diproduksi oleh tubuh.  Nah, ternyata glutamat juga ada di dalam ASI, loh! Bahkan kadarnya bisa mencapai 9 kali lebih banyak dari susu sapi.

Glutamat bisa membantu fungsi saluran pencernaan dengan memperlancar penyerapan makanan. Jadi, ngga perlu khawatir karena asam glutamat yang terkandung saat menyusui aman dikonsumsi oleh si kecil.

Nah Teman Sehat, pentingnya menyusui bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu menyusui dan para ahli kesehatan. Kamu dan orang orang sekitar juga bisa berperan secara aktif dalam mendukung pemberiannya pada si kecil. ASI lancar demi bantu tumbuh kembang anak yang optimal!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *