
Halo Teman Sehat! Semua orang tau kalau HIV/AIDS adalah salah satu penyakit ganas yang menyebabkan kematian tertinggi di dunia.
Tapi, taukah kamu siapa sih yang paling banyak mengalami HIV/AIDS?
Dari 16.000 infeksi baru yang terjadi setiap hari, sebanyak 60% terjadi pada perempuan.
Yap, perempuan! Dan ternyata…
Dari 17,5 juta orang dengan HIV/AIDS yang meninggal, 52% diantaranya adalah perempuan.
Terus gawatnya, ternyata persentase risiko penularan penyakit HIV/AIDS pada perempuan semakin meningkat.
Kok perempuan?
Prof. Dr. dr Tuti Parwati Merati sebagai salah satu komisi penanggulangan AIDS mengatakan bahwa laki-laki lebih cenderung dapat menentukan nasibnya sendiri untuk tertular atau ngga, serta dapat mencari segala cara agar dirinya menjadi tidak tertular dibandingkan dengan perempuan.
Selama ini, perempuan sering dianggap menjadi penyebab utama dalam penularan HIV/AIDS. Hal tersebut dikarenakan image yang berkembang di masyarakat umum terkait pekerjaan wanita malam. Pekerjaan wanita malam memang berisiko terhadap terkenanya penyakit HIV/AIDS, tapi faktanya perempuan malah jadi orang yang paling berisiko terkena HIV/AIDS.
Kenapa ini bisa terjadi?

Pada banyak kasus, para suami yang suka ‘jajan’ di luar rumah dapat menjadi agen penular untuk istri mereka di rumah ketika melakukan hubungan suami istri. Tanpa disadari, bisa jadi sang istri telah positif mengidap HIV/AIDS.
Lalu apa akibatnya?
Sang istri dapat menularkan penyakit itu kepada anak yang dikandungnya. Kasihan sekali kan, anak tak berdosa harus mengalami HIV/AIDS?
Kerentanan perempuan untuk tertular HIV/AIDS ini disebabkan oleh beberapa hal
- Biasanya, perempuan memang sering terlambat dalam memeriksakan dirinya. Sebagian besar memeriksakan diri ketika sudah dalam kondisi sakit dan sudah berada pada fase AIDS.
- Kurangnya pengetahuan wanita tentang bahaya, cara penularan serta masih rendahnya akses layanan pencegahan HIV/AIDS.
- Jika ditelusuri dengan cermat, biasanya wanita jarang memakai kondom saat melakukan hubungan seksual.
- Organ reproduksi wanita sangat sensitif dan bentuk anatominya yang cenderung terbuka memudahkan bakteri berkembang dengan cepat.
Masih banyak orang yang menganggap bahwa HIV/AIDS sebagai masalah yang hanya dialami oleh orang yang mempunyai perilaku seksual menyimpang atau pengguna narkoba. Akan tetapi, perkembangan kasus HIV/AIDS belakangan ini semakin banyak dialami oleh mereka yang dianggap aman dan tidak beresiko HIV/AIDS, Teman Sehat.
Angka infeksi menular seksual yang tinggi terdapat pada wanita non-PSK (Pekerja Seks Komersial), seperti ibu rumah tangga dan remaja putri.
Bagaimana pendapatmu? Ayo, jaga diri kita Teman Sehat! (agt&don)

