Menopause dan Serba-Serbinya

Sahabat Sehat, kamu pasti udah tahu dong apa itu menopause? Yaps, berhentinya siklus menstruasi bagi perempuan. Kondisi ini dianggap menjadi gerbang awal proses penuaan loh!

Kadar estrogen, hormon reproduksi, pada perempuan menopause telah berkurang dibandingkan yang masih pada periode menstruasi. Akhirnya, terjadi penurunan beberapa perlindungan terhadap sistem ataupun organ tubuh. Nah, berikut adalah hal yang sering dikaitkan dengan kejadian ini. So, inilah menopause dan serba-serbinya!

gangguna kesehatan setelah menopause
Foto: Pexels.com

Menopause dan Hipertensi

Penurunan estrogen menjadi penyebab perempuan yang telah menopause berisiko terkena penyakit kardiovaskular lebih dini. Sebab, estrogen berperan sebagai peningkat kadar High Density Lipoprotein (HDL). Tingginya HDL menjadi faktor pelindung yang mencegah proses aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah oleh lemak). So, asupan makanan tinggi gula, garam, dan lemak perlu lebih diperhatikan. Juga perbanyak konsumsi serat supaya faktor risiko hipertensi dapat dicegah.

Menopause dan Keputihan

Keputihan atau disebut juga sebagai fluor albus, adalah salah satu gejala penyakit reproduksi perempuan. Usia menjadi faktor risiko yang meningkatkan insiden perempuan dengan flour albus, salah satunya adalah usia premenarke dan postmenopause. Dalam buku “Ilmu Kandungan”, Wiknjosastro menjelaskan bahwa gangguan hormon yang sering terjadi pada awal haid pertama atau beberapa tahun menjelang menopause menjadi salah satu karakteristik perempuan yang mengalami keputihan.

Menopause dan Masalah Kulit

Pada periode menopause, estrogen yang menurun mengakibatkan kulit menjadi lebih tipis, elastisitasnya berkurang, dan kerutan bertambah. Hal ini dikarenakan fungsi estrogen yang mengatur fisiologi kulit.

Estrogen ini bekerja pada keratinosit, melanosit, fibroblas, folikel rambut, dan kelenjar kulit. Selain itu, estrogen juga berperan dalam penyembuhan luka, mempertahankan elastisitas serta fleksibilitas kulit. So, jika estrogen berkurang tahu dong dampaknya terhadap kulit?

Menopause dan Osteoporosis

Penurunan estrogen juga dapat meningkatkan pembentukan osteoklas (sel pemecah tulang). Selanjutnya, membuat resorpsi terjadi lebih cepat dibandingkan pembentukan tulangnya. Berkurangnya kadar estrogen pun menyebabkan tulang melepaskan lebih banyak kalsium, sehingga terjadilah pelemahan struktur tulang.

Kebutuhan kalsium (1.000-1.500 mg) dan vitamin D (400-800 IU) setiap hari tentu perlu dicapai. Kamu bisa memenuhinya melalui asupan makanan, suplemen, juga dibantu dengan sinar matahari loh!

pengaruh menopause terhadap kenaikan berat badan
Foto: Pixabay.com

Menopause dan Kenaikan Berat Badan

Obesitas banyak dialami oleh perempuan usia di atas 40 tahun. Apa ya alasannya? Iyaps, lagi-lagi berhubungan dengan penurunan estrogen pada perempuan menopause. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa estrogen dapat meningkatkan HDL atau lemak baik. Alhasil, terjadi peningkatan lemak tubuh dan akumulasi lemak viseral pada perempuan yang telah menopause. So, jangan malas untuk rajin berolahraga, dan menjaga berat badan tetap ideal ya!

Nah, gimana Sahabat Sehat? Semoga informasi di atas dapat bermanfaat ya. Jangan lupa selalu terapkan pola hidup sehat. Selamat Hari Menopause Sedunia!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Riyadina W. 2019. Hipertensi pada Wanita Menopause. Jakarta (ID): Badan Riset dan Inovasi Nasional.  DOI: https://doi.org/10.55981/brin.221. https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/view/221/210/433-1

Khuzaiyah S, Krisiyanti R, Mayasari IC. 2015. Karakteristik wanita dengan flour albus. Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK). 7(1): 1-10. https://media.neliti.com/media/publications/97157-ID-karakteristik-wanita-dengan-fluor-albus.pdf

Wiknjosastro, 2008. Ilmu Kandungan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Jakarta

Sugiritama IW, Adiputra IN. 2019. Potensi antosianin dalam manajemen menopause. Jurnal Kesehatan Andalas. 8(1): 158-166.

Nadia FS, Wati DA, Isnawati M, Sulchan M, Afifah DN. 2020. Pengaruh pembatasan asupan makan wanita obesitas pre-menopause terhadap trigliserida dan status resistensi insulin. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan. 9(1): 18-24. https://doi.org/10.17728/jatp.5028

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.