Halo, Teman Sehat! Pernahkah kamu mendengar pernyataan kalau obat ngga boleh dikonsumsi bersama makanan atau minuman tertentu? Interaksi obat dan makanan terkadang menimbulkan reaksi yang menyebabkan berkurangnya bahkan hilangnya khasiat obat tersebut. Kira-kira pangan apa saja yang ngga boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat? Yuk, simak penjelasannya di sini!
Apa sih interaksi obat itu?
Interaksi obat adalah reaksi antara dua (atau lebih) obat atau antara obat dan makanan/suplemen. Biasanya saat mengonsumsi obat butuh makanan/minuman untuk membantu supaya lebih mudah ditelan. Kondisi tersebut ternyata bisa menimbulkan interaksi obat terhadap makanan/minuman, meskipun ngga semuanya berefek negatif, ya.
Interaksi obat dan makanan/minuman bekerja dalam menunda, menurunkan, atau meningkatkan penyerapan obat. Namun, interaksi setiap obat bekerja berbeda-beda tergantung dari mekanisme obat dan makanan/minuman tersebut.
Kenapa ngga boleh dikonsumsi bersama-sama?
Berdasarkan Food and Drug Administration (FDA), badan yang menaungi obat dan makanan di Amerika, konsumsi obat bersamaan dengan makanan/minuman tertentu bisa mengurangi kefektifan dan kerja obat. Dalam kasus lain, obat bisa bereaksi secara berlebihan dan menimbulkan efek samping terhadap tubuh. Efek samping berpotensi menimbulkan dampak yang semakin memperparah kondisi tubuh.
Makanan/minuman yang dihindari dikonsumsi bersama dengan obat
Pada dasarnya, interaksi obat dan makanan bergantung dengan jenis obat yang dikonsumsi. Setiap obat memiliki interaksi yang berbeda terhadap asupan seseorang. Berikut makanan/minuman secara umum yang wajib dihindari bersamaan dengan konsumsi obat:
- Alkohol
Konsumsi obat jenis apapun dengan alkohol sangat ngga dianjurkan, baik itu setelah atau sebelumnya. Salah satu contohnya, obat-obatan seperti theophylline yang bisa meningkatkan efek samping seperti mual, muntah, iritasi, sakit kepala jika dikonsumsi bersamaan dengan alkohol.
- Kafein
Hindari konsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein dalam jumlah yang banyak. Beberapa makanan/minuman yang mengandung kafein diantaranya kopi, coklat, minuman kola, teh, dan beberapa minuman tinggi energi lainnya. Konsumsi obat dengan teh juga dapat menurunkan penyerapan obat terutama yang mengandung zat besi, karena teh mengandung tanin, salah satu bentuk dari polifenol.
Interaksi obat Nardil (phenelzine) atau Parnate (tranylcypromine) dan coklat dalam jumlah berlebih akan mengakibatkan peningkatan tekanan darah secara tajam.
- Produk susu
Obat yang biasanya berinteraksi dengan susu yaitu antibiotik. Antibiotik mengalami penurunan keefektifan karena di dalam susu terdapat kandungan kalsium yang menghambat kerja antibiotik. Produk turunan susu seperti keju dan yogurt juga dihindari untuk dikonsumsi bersama, setelah atau sebelum konsumsi obat. Tunggu sampai 2 jam setelah atau 1 jam sebelum konsumsi antibiotik.
- Grape Fruit Juice (GFJ)
Buah ini ngga disarankan dikonsumsi dengan obat penurun tekanan darah. Alasannya karena bisa meningkatkan penyerapan sehingga berpotensi mengalami toksisitas atau keracunan obat karena terlalu berlebih dalam penyerapannya.
Sebagian contoh obat seperti anti-cemas (buspirone), anti-malaria (quinine), dan obat insomnia (triazolam). Obat-obatan tersebut dapat berinteraksi dengan GFJ dan berefek pada kenaikan tekanan darah. Beberapa obat dalam bentuk statin yang berfungsi menurunkan kolestrol darah juga mampu berinteraksi dengan GFJ.
Nah, Teman Sehat! Ternyata konsumsi makanan/minuman ngga boleh sembarangan bersamaan dengan obat, ya. Bukannya jadi membaik, konsumsi dengan cara yang salah justru membuat tumbuh semakin sakit. Salam Sehat! Jangan lupa bagikan informasi bermanfaat ini ke orang-orang sekitar kamu, ya!
Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

