Halo Teman Sehat! Taukah kamu? Lansia sulit penuhi kebutuhan gizi hariannya loh. Hal ini mengakibatkan tubuh lansia menjadi kurus dan fungsi tubuhnya tidak lagi berjalan optimal. Apakah hal ini juga terjadi pada nenek/kakek kamu?
Tapi, ternyata keadaan ini menjadi semakin buruk ketika lansia mengalami demensia.
Sebanyak 50.000 lansia di New Zealand mengalami demensia

Demensia merupakan sebuah kemunduran intelektual dalam kondisi sadar. Lansia yang mengalami demensia cenderung memiliki berat badan yang kurang dan mengalami dehidrasi dibandingkan dengan lansia yang tidak mengalami demensia. Ternyata, lansia yang mengalami demensia sering tidak mampu mengungkapkan kebutuhan dan sesuatu yang ia inginkan.
Pengasuh di panti perawatan seperti di Specialised Dementia Care Units (SDCUs) dilatih untuk merawat lansia yang mengalami demensia dan mungkin menjadi pihak pertama yang mengenal masalah kesulitan makan pada lansia yang mengalami demensia.
Berbagai metode seperti General Inductive Approach banyak dilakukan untuk mengetahui faktor pencapaian gizi dan hidrasi yang baik pada kalangan lansia. Setelah diteliti, ternyata 5 Faktor inilah yang mengakibatkan sulitnya pencapaian gizi dan hidrasi optimal pada lansia. Check it out!
1. Appetite (nafsu makan)
Nafsu makan mempengaruhi asupan zat gizi. Penderita demensia cenderung memiliki appetite yang lebih rendah daripada individu yang tidak demensia. Kurangnya appetite dapat disebabkan oleh jarak waktu makanan yang ditawarkan panti perawatan terlalu dekat sehingga lansia merasa masih kenyang, menurunnya tingkat aktivitas fisik, sun-downing syndrome (sindrom ketika matahari mulai tenggelam yang mengakibatkan sebagian penderita gangguan fungsi kognitif biasa merasakan kegelisahan) atau menurunnya mood.
2. Gangguan fungsional tubuh
Yap, seiring dengan penambahan usia, fungsi tubuh juga pasti akan menurun. Parahnya, apabila lansia mengalami demensia akan semakin memperburuk keadaan ini.
Penelitian menyebutkan bahwa lansia demensia sulit menggunakan sendok, pisau dan garpu serta sulit untuk mengkoordinasikan penggunaan alat makan secara bersamaan. Mereka cenderung akan lebih baik jika hanya menggunakan sebuah garpu atau sebuah sendok.
Penderita demensia terkadang mengalami gangguan visual, kognitif dan fisik yang menimbulkan masalah perpindahan makanan dari piring ke mulut, pengunyahan, penelanan dan identifikasi makanan pada piring. Penyediaan makanan yang biasa dimakan dengan menggunakan tangan langsung seperti ikan dapat meningkatkan jumlah makanan yang dihabiskan.
3. Tekstur makanan
Beberapa makanan seperti kacang-kacangan dan daging sulit untuk dikonsumsi oleh penderita demensia.
4. Faktor lingkungan
Pemutaran musik di ruang makan cenderung mendorong konsumsi makanan penderita demensia, tapi ada pula penderita demensia yang merasa terganggu akan pemutaran musik di ruang makan. Studi sebelumnya menyatakan bahwa musik relaksasi dapat mengurangi kegelisahan selama waktu makan.
5. Lingkungan ruang makan
Lingkungan ruang makan yang positif seperti interaksi sosial yang baik, kebersamaan saat berkumpul untuk makan, dan adanya kunjungan dari keluarga dapat meningkatkan konsumsi makanan penderita demensia.
Ayo sayangi nenek kakek, terlebih bagi mereka yang sudah mengalami demensia. Kunjungi mereka sering-sering ya! (agt&don)

