Pandemi ini membuat kamu lebih sulit melakukan aktivitas seperti biasanya. Mau kumpul bersama teman ngga bisa, makan di luar rumah ribet, pergi wisata juga banyak aturannya. Teman Sehat yang sebelumnya rutin melakukan donor darah juga mungkin berhenti sementara karena khawatir terinfeksi Covid-19. Nah, untuk itu ketahuilah 4 hal ini, supaya kamu merasa aman saat donor darah.
Berkurangnya pasokan darah selama pandemi
WHO menargetkan tersedianya pasokan darah sekitar 2% dari jumlah penduduk. Akibat pandemi, di berbagai negara terjadi penurunan pasokan darah yang cukup drastis, termasuk Indonesia. Biasanya terkumpul sekitar 1100 kantong darah, tapi sejak pandemi turun sekitar 54% menjadi 300-400 kantong saja per harinya.

Hal ini dikarenakan masyarakat takut tertular oleh Covid-19. Darah ngga bisa menularkan virus ini. Covid-19 hanya bisa tertular melalui droplet. Petugas PMI juga selalu merapkan higienitas pada alat-alat yang digunakan. Jadi, kamu ngga akan tertular virus ini hanya karena melakukan donor darah.
Penerapan protokol kesehatan di PMI
PMI terbilang menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Sebelum masuk ke gedung, pendonor akan dicek suhu tubuhnya dan diwajibkan mencuci tangan menggunakan hand sanitizer. Saat di dalam gedung juga diterapkan social distancing. Selain itu, PMI selalu melakukan sterilisasi ke seluruh ruangan secara rutin.
Bahkan sebelum melakukan donor darah, disediakan wastafel dan sabun untuk mencuci tangan. Pengunjung ataupun petugas PMI juga diwajibkan menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan face shield.
Cek kesehatanmu
Diri kamu lah yang paling mengetahui kondisi tubuh sendiri. Jika kamu merasa ngga enak badan, seperti demam, flu, pusing, mual, dan gejala lainnya, sebaiknya jangan melakukan donor darah terlebih dahulu. Tunggu hingga kamu merasa tubuhmu sehat.
Penundaan donor darah juga perlu dilakukan jika kamu terkonfirmasi Covid-19, baru saja sembuh Covid-19, pasien dalam pengawasan (PDP), sehabis melakukan perjalanan dari zona merah Covid-19, atau merasakan efek samping setelah menerima vaksin Covid-19. Orang dengan kategori ini ngga boleh melakukan donor darah minimal selama 28 hari. Tapi, kamu yang ngga merasakan efek samping setelah vaksin, bisa menunggu sekitar 7 hari.
Donor plasma konvalesens

Donor darah dan donor plasma itu berbeda, ya. Donor plasma konvalesens ini diperuntukkan bagi kamu surveilance Covid-19. Plasma yang diambil akan digunakan dalam terapi pengobatan pasien Covid-19 dan juga penelitian penanganan Covid-19.
Menurut penelitian tahun 2021, diketahui 80% sampel darah dari survailens Covid-19 berpotensi baik untuk pengobatan. PMI juga sudah menyedianan 42 Unit Donor Darah Plasma Konvalesens di seluruh wilayah Indonesia. So, kamu juga bisa nih ikut berperan dalam penanganan Covid-19 dengan melakukan donor plasma.
Gimana, masih ragu ngga buat donor darah? Donor darah bisa menjadi wujud kepedulian sosial dan kamu juga mendapatkan banyak manfaat bagi kesehatanmu. Yuk, rutin donor darah setiap 2,5 bulan sekali.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP