Teman Sehat, banyak anak muda yang mengedepankan etos kerja lembur tak kenal waktu tanpa memperhatikan kondisi kesehatan mereka. Normalnya pekerja mempunyai batas kerja 8 jam sehari. Jika lebih dari itu, maka akan berdampak bagi kesehatan, mulai dari kelelahan hingga penyakit kronis lainnya. Yuk, simak penjelasan selengkapnya di sini!
Apa saja bahayanya?
Belakangan ini tren kerja lembur dengan jumlah jam kerja sangat tinggi semakin meningkat. Terdapat 9% populasi di dunia yang melakukan kebiasaan ini. Tentunya, kondisi ini juga akan mempercepat risiko kematian dini.

Kamu harus tahu, sebuah studi menunjukkan bahwa bekerja lebih dari 55 jam per minggu berhubungan dengan peningkatan risiko stroke sebesar 35%. Tak hanya itu, risiko kematian akibat penyakit jantung iskemik juga meningkat sebesar 17%. Risiko-risiko tersebut mungkin akan terjadi jika dibandingkan mereka yang bekerja hanya 35-40 jam per minggu.
Burnout saat pandemi Covid-19
Teman Sehat, meskipun selama pandemi banyak orang yang terlihat dimudahkan karena Working From Home (WFH), nampaknya ngga selalu begitu. Faktanya, kamu akan kebingungan membedakan waktu untuk pekerjaan dan waktu di rumah. Hal ini menyebabkan seseorang mengalami burnout atau sindrom stres kronis akibat pekerjaan.
Saat pendemi, banyak juga bisnis yang terpaksa mengurangi atau menghentikan operasinya. Dengan alasan penghematan biaya, beberapa karyawan mungkin diminta bekerja lebih lama. Pemerintah, pengusaha, dan pekerja perlu bekerja sama untk menyepakati perlindungan kesehatan pekerja.
Aturan jam kerja di Indonesia
Pada pasal 77 ayat 1 dan 2 UU Cipta Kerja No. 11 tahun 2020 menunjukkan bahwa:

- Jam kerja karyawan adalah 7 jam dalam satu hari atau 40 jam per minggu untuk siklus 6 hari kerja seminggu
- Jam kerja karyawan adalah 8 jam dalam satu hari atau 40 jam per minggu untuk siklus 5 hari kerja seminggu
Nah, jika lebih dari itu maka jam kerja dihitung lembur dan pekerja berhak atas upah lembur. Akan tetapi, jam kerja ini ngga berlaku untuk sektor usaha atau pekerjaan tertentu.
Di tengah pandemi Covid-19, kesehatan harus menjadi perhatian utama. Kamu harus tahu cara menyeimbangkan kesehatan tubuh dengan pekerjaan. Stay healthy! Jangan lupa bagikan informasi ini ke orang-orang sekitar kamu, ya!

