Obat Kumur, Antiseptik Oral Penjaga Kebersihan Mulut

Halo Sahabat Sehat!

Demi menjaga kesehatan rongga mulut, kamu bisa memulai dari kebiasaan yang sangat sederhana, misalnya membersihkan gigi dengan obat kumur. Dari berbagai makanan yang kamu konsumsi sehari hari mungkin ada yang terkontaminasi oleh kuman atau bahkan sisa makanan itu sendiri bisa menumpuk dalam rongga mulut.

Hasil penelitian mengungkapkan adanya kebiasaan buruk selama di rumah, yaitu dua dari lima orang dewasa yang mengaku ngga menyikat gigi seharian, dan tujuh dari sepuluh orang menghindari pergi ke dokter gigi. Melansir dari data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa dampak pandemi terhadap kebiasaan merawat gigi mengalami penurunan.

Sejak pandemi di Indonesia, ternyata masyarakat dua kali lebih sering mencuci tangan (64%) dibandingkan dengan menggosok gigi (31%) sehingga penggunaan hand sanitizer (52%) pun meningkat daripada penggunaan obat kumur (20%).

menggunakan obat kumur
Foto: Freepik.com 

Mengenal Obat Kumur Antiseptik

Obat kumur secara umum merupakan cairan antiseptik oral yang digunakan untuk membantu proses pembersihan rongga mulut, seperti kotoran yang menempel di sela-sela gigi dan gusi, permukaan lidah hingga bagian belakang mulut. Beberapa jenis obat kumur bisa dibeli secara bebas dan ada pula yang perlu menggunakan resep dokter.

Kandungan obat kumur bervariasi, tergantung dari bahan aktif hingga bahan tambahan yang digunakan dalam satu sediaan sehingga indikasinya pun juga beragam. Misalnya, chlorhexidine atau cetylpyridium sebagai antibakteri dan fluoride untuk membantu mengurangi risiko gigi berlubang. Sebagian besar, obat kumur berfungsi untuk menghilangkan bau mulut, menjaga kelembapan rongga mulut dan menetralkan asam.

Sementara itu, obat kumur khusus yang memerlukan resep dokter biasanya mengandung bahan aktif antibakteri, antijamur, anestesi lokal atau antihistamin, antasida, hingga golongan steroid yang memang ditujukan sebagai terapi untuk mengatasi infeksi dan peradangan. Alkohol juga sering termasuk dalam daftar komposisi obat kumur, yang berpotensi membuat mulut semakin kering dan ngga boleh digunakan pada anak usia di bawah 6 tahun.

penggunaan obat kumur
Foto: Pexels.com

Petunjuk Pemakaian Obat Kumur 

Sebelum menggunakan obat kumur, kamu dianjurkan untuk memastikan bahwa obat kumur tersebut terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, kamu juga disarankan untuk membaca aturan penggunaannya supaya mendapatkan hasil yang efektif dan maksimal. Misalnya, ngga mengonsumsi makanan atau cairan lain minimal 30 menit sesudah menggunakan obat kumur.

Obat kumur bukanlah pengganti sikat dan pasta gigi karena keduanya memiliki peranan penting dalam mengangkat sisa makanan dan kuman pada gigi. Efek samping minimal jarang ditemui selama pemakaian obat kumur, tapi kamu perlu mengetahuinya seperti mulut kering hingga rasa mual dan muntah.

Sahabat Sehat, pengaplikasian obat kumur jangka panjang ngga dianjurkan penggunaannya bila ngga ada indikasi medis yang tepat. Selain itu, bila kamu memiliki kondisi khusus seperti hamil dan menyusui, sebaikanya konsultasikan terlebih dulu ke praktisi kesehatan.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.