Produk susu seringkali dianggap berkaitan dengan asma, tapi bukan berarti minum atau makan produk olahan susu bisa menyebabkan asma. Namun jika kamu memiliki alergi susu, hal itu bisa memicu gejala yang mirip dengan asma. Ngga hanya itu, jika kamu menderita asma sekaligus memiliki alergi susu, mengonsumsi produk olahan susu bisa memperburuk gejala asma yang timbul.
Alergi susu dan asma

Diketahui dari studi Caffarelli et al. tahun 2016, sekitar 45% anak-anak penderita asma juga memiliki alergi produk susu dan makanan lainnya. Anak-anak dengan alergi makanan ternyata empat kali lebih mungkin menderita asma atau kondisi alergi lainnya daripada anak-anak yang ngga alergi terhadap makanan tertentu.
Baik asma maupun alergi yang dipicu oleh makanan biasanya memiliki reaksi yang hampir sama. Misalnya, alergi produk susu bisa menyebabkan reaksi pernapasan, perut, dan kulit. Beberapa di antaranya mirip dengan gejala asma, seperti batuk, sesak napas, bibir, lidah, atau tenggorokan bengkak gatal atau kesemutan di sekitar bibir atau mulut, pilek, dan mata berair. Jika gejala alergi ini terjadi bersamaan dengan serangan asma, maka bisa membuat kamu lebih sulit bernapas.
Gejala pada alergi berat

Gejala lainnya dari alergi susu juga meliputi: gatal-gatal, muntah, sakit perut, kram perut, buang air besar atau diare, kolik pada bayi, dan buang air besar berdarah. Dalam kasus yang serius, reaksi alergi terhadap produk susu bisa memicu terjadinya anafilaksis yang menyebabkan pembengkakan di tenggorokan dan penyempitan saluran pernapasan.
Anafilaksis bisa menyebabkan tekanan darah rendah dan syok, jika sudah mengalami kondisi ini sebaiknya segera mendaptkan pertolongan medis. Alergi produk susu membuat sistem kekebalan tubuh menjadi terlalu bersemangat dalam merespon alergen dari makanan yang dikonsumsi, dan salah mengira alergen tersebut sebagai penyerang.
Nah Teman Sehat, ayo kita cermati bagaimana produk susu bisa memicu gejala asma dan kebenaran beberapa mitos yang beredar.
Susu dan olahannya ngga akan menyebabkan asma
Pernyataan ini benar bila kamu ngga memiliki alergi susu. Jika kamu menderita asma tetapi ngga alergi terhadap susu, kamu bisa dengan aman mengonsumsi produk olahan susu tanpa perlu khawatir akan memicu atau memperburuk asma yang dirasakan.
Alergi susu membuat lendir lebih kental
Salah satu alasan mengapa produk susu bisa dikaitkan dengan asma yaitu karena dianggap menyebabkan lebih banyak lendir di tubuh. Penderita asma bisa mendapatkan terlalu banyak lendir di paru-parunya.
National Asthma Council of Australia menunjukkan bahwa susu dan produk olahan susu ngga akan menyebabkan tubuh kamu memproduksi lebih banyak lendir. Tapi, pada beberapa orang dengan alergi atau sensitivitas produk susu, mengomsumsi susu bisa membuat air liur di dalam mulut menjadi lebih kental.
Penyebab alergi susu

Jika kamu memiliki alergi susu, tubuh bereaksi terhadap dua jenis protein yang ditemukan dalam susu, yaitu:
- Kasein, membentuk 80% protein susu yang ditemukan dibagian padat susu;
- Whey protein, membentuk 20% protein susu yang ditemukan dibagian cair.
Kamu mungkin alergi terhadap kedua jenis protein tersebut atau hanya salah satunya. Perlu diketahui juga antibiotik yang diberikan pada sapi perah ternyata juga bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya alergi.
Teman Sehat, hindari semua susu dan produk olahan susu jika kamu memiliki alergi susu. Baca label makanan dengan cermat, karena protein susu juga bisa saja ditambahkan ke sejumlah makanan kemasan dan olahan, seperti: campuran minuman energi dan protein, tuna kalengan, sosis, daging sandwich, serta permen karet.
Kamu juga bisa mencoba alternatif pengganti susu seperti santan, susu kedelai, susu almond, dan susu oat. Pilihan lainnya adalah mencoba diet eliminasi, dengan menghilangkan produk susu selama beberapa minggu lalu menambahkannya kembali secara perlahan. Kemudian catat semua gejala yang terjadi.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP
