Beras Ngga Boleh Dicuci Terlalu Sering, Benarkah?

mencuci beras terlalu sering
Foto: Unsplash.com

Halo, Sahabat Sehat! Beras merupakan makanan pokok yang biasa dikonsumsi oleh dengan diolah menjadi nasi. Pentingnya beras sebagai bahan pokok membuat proses pengolahannya menjadi perhatian khusus.

Sebelum diolah menjadi nasi, biasanya beras dicuci terlebih dahulu dengan tujuan menghilangkan kotoran yang mungkin masih melekat. Tahukah kamu bahwa beras ngga boleh dicuci terlalu lama? Kira-kira, apa ya penyebabnya? Simak informasinya, ya!

Kenali beras lebih dekat yuk!

Yap, beras merupakan sumber karbohidrat utama yang bisa digunakan sebagai asupan energi dalam kegiatan sehari-hari. Selain mengandung kalori yang cukup tinggi, beras juga mengandung protein yang bermanfaat bagi tubuh, loh! Bahkan, beras diperkirakan dapat menyumbang kalori sebesar 60-80% dan protein sebesar 45-55% bagi sebagian besar penduduk di Indonesia. Selain itu, beras juga mengandung zat gizi berupa vitamin, kalsium, dan zat besi.

Wah ternyata banyak ya, zat gizi yang terkandung pada beras. Tapi, apakah proses pencucian bisa memengaruhi kandungan gizinya? Supaya kamu tahu jawabannya, check it out!

Akibat mencuci beras terlalu sering

Mencuci beras merupakan salah satu cara untuk menghilangkan komponen yang ngga diinginkan seperti kotoran, batu, debu, bahkan menyingkirkan serangga pada beras. Biasanya, frekuensi mencuci beras yang dilakukan berkisar antara satu hingga tiga kali. Saat mencuci beras biasanya akan menghasilkan air cucian pertama yang sangat keruh. Ternyata, warna keruh pada air cucian beras merupakan lapisan terluar beras yang ikut terkikis, loh!

mencuci beras
Foto: Unsplash.com

Oleh karena itu, pencucian beras yang terlalu sering atau berulang kali bisa memengaruhi zat gizi bermanfaat yang ada di beras. Hal ini disebabkan kandungan zat gizi beras yang tertinggi terletak pada kulit arinya.

Menurut Food and Agriculture Organization(FAO), pencucian beras sebelum diolah diperkirakan bisa menurunkan 2-7% protein, 20-41% kalium, hingga menurunkan kadar vitamin yang larut air. Contoh vitamin yang hilang antara lain sekitar 80% vitamin B1, 70% vitamin B3, dan 90% vitamin B6.

Wah, sayang sekali, ya! Zat gizi yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh tubuh justru terbuang. Kalau begitu, gimana ya cara mencuci beras yang benar? Simak penjelasan berikut!

mencuci beras
Foto: Unsplash.com

Begini cara mencuci beras yang baik

Seperti yang kamu ketahui, banyak zat gizi pada beras yang mudah larut dalam air. Oleh karena itu, cara paling efektif untuk menghindari hilangnya zat gizi tersebut yaitu cukup dengan mencuci beras satu kali. Kamu ngga perlu mencucinya berulang kali, bahkan hingga air cucian menjadi jernih. Selain itu, ngga perlu juga mengaduk beras terlalu kuat atau menggosok beras karena dikhawatirkan bisa mengikis lebih banyak kandungan gizinya.

Nah, bagaimana Sahabat Sehat, apakah kamu sekarang lebih memahami alasan ngga boleh mencuci beras terlalu sering? Jangan lupa sebarkan informasi ini, ya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi

Adelina Irmayani. 2013. Kebiasaan Pencucian Raskin Dan Residu Zat Pemutih (Klorin) di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan Tahun 2013
http://repositori.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/16513/091000080.pdf?sequence=1

Milawati Lalla. 2018. Potensi Air Cucian Beras sebagai Pupuk Organik pada Tanaman Seledri (Apium graveolens L.). Jurnal Agropolitan, 5(1).
https://media.neliti.com/media/publications/259197-potensi-air-cucian-beras-sebagai-pupuk-o-46199783.pdf

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.