Taman Sehat pasti sudah ngga asing dengan beras. Tapi, bagaimana dengan istilah “beras analog” ? Beras analog ini memiliki bentuk yang mirip dengan beras putih yang biasa kamu konsumsi, tapi berbeda bahan bakunya yang biasanya mengunakan bahan pangan lokal. Satu lagi, beras ini juga diklaim ‘ramah’ bagi penderita diabetes, benarkah? Yuk, simak penjelasannya di sini! Let’s check it out!
Apa sih beras analog itu?
https://pixabay.com/id/photos/beras-rice-bowl-asia-makanan-2380808/
Sebelum mengenal jenis beras analog, ada baiknya kamu mengenal dullu pengetiannya. Yap, beras analog merupakan istilah bagi beras tiruan yang mirip dengan beras dari padi. Penampakan fisiknya bisa seperti butiran beras, dikarenakan kombinasi dari bahan baku dan metode pembuatannya (granulasi dan ekstruksi). Metode ekstrusi akan menghasilkan beras analog berbentuk bulat lonjong yang mirip dengan beras, sedangkan metode granulasi menghasilkan bentuk butiran.
Jenis beras analog
Tahukah kamu, ternyata beras analog yang diproduksi oleh para peneliti di Indonesia, berasal dari bahan pangan lokal, loh! Bahan pangan lokal yang digunakan seperti umbi-umbian, serealia (sorgum), dan jagung-jagungan. Nah, mau tahu apa saja jenis beras dan namanya? Yuk, simak penjelasannya!
1. Beras siger
Beras Siger merupakan istilah beras analog dari ubi kayu oleh masyarakat Lampung. Berdasarkan studi yang dilakukan Satyajaya, konsumsi nasi siger bisa menurunkan glukosa darah dalam tubuh, dibandingkan dengan nasi putih karena indeks glikemiknya rendah.

Pangan dengan kategori indeks glikemik rendah, berpotensi sebagai pengganti beras putih bagi penderita diabetes militus, loh! Selain kaya akan karbohidrat, kandungan zat gizi magnesiumnya, bisa menurunkan resiko penyakit diabetes tipe 2.
2. Beras jagung kuning
Jagung kuning sangat mudah ditemui di Indonesia. Hal inilah yang menjadikan jagung kuning sebagai bahan dasar neras analog. Beras dengan bahan dasar jagung kuning dengan penambahan kedelai, memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan beras putih (sosoh).

Beras yang memiliki warna kuning ini, kaya akan serat dan mengandung zat antioksidan, loh. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Kurniawati, beras jagung kuning termasuk pangan dengan indeks glikemik rendah, sehingga cocok dikonsumsi bagi penderita diabetes sebagai pengganti beras putih.
3. Beras jagung putih
Selain jagung kuning, jagung putih juga berpotensi untuk dijadikan beras analog karena kandungan karbohidratnya cukup tinggi. Jika dilihat secara sepintas, beras jagung putih ini, paling mirip dengan beras padi, loh! Hanya saja warnanya lebih putih gading.

Beras dari jagung putih, akan memberikan rasa kenyang lebih lama, karena kaya akan serat. Selain itu, menurut suti yang dilakukan oleh Noviasari dkk, beras analog berbahan dasar jagung putih meiliki indeks glikemik rendah yang cocok bagi penderita diabetes.
4. Beras sorgum
Beras dengan bahan utama sorgum, mengandung lemak dan protein yang lebih rendah dibandingkan beras sosoh, menurut studi yang dilakukan oleh Rasyid. Kadar lemak yang rendah pada sorgum, menjadikan beras ini tahan lebih lama saat penyimpanan.

Jika beras ini dicampur dengan kacang merah, memiliki zat antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu kandungan serat pangan yang ada pada beras ini, bisa mencegah risiko penyakit degeneratif seperti diabetes.
Nah, gimana Teman Sehat, mau coba beras analog yang mana? Ternyata bahan pangan lokal dari Indonesia, bisa juga digunakan sebagai sumber karbohidrat lain, selain beras dari padi. Semoga informasi ini bermanfaat, ya! Jangan lupa share informasi ini kepada orang terdekat agar pangan lokal lebih dikenal oleh masyarakatnya!
Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP
