
Serangan Stroke Selintas atau dalam bahasa medis dikenal sebagai Transient Ischaemic Attack (TIA) memang jarang terdengar di telinga, bukan? Tapi, bukan menjadi alasan bagi Sahabat Sehat untuk ngga mengenalinya. Nah, apa sih TIA itu? Apakah berbeda dengan stroke? Lalu, bagaimana gejalanya, ya? Simak ulasan berikut, yuk!
Pengertian Serangan Stroke Selintas (TIA)
TIA dikategorikan sebagai keadaan medis darurat. TIA disebabkan karena otak dan sumsung tulang belakang mengalami disfungsi sementara, selain itu juga bisa terjadi iskemia retina (gangguan suplai darah ke retina). Kondisi demikian menyebabkan otak mengalami gangguan dalam periode yang singkat. Biasanya TIA terjadi kurang dari 2 jam dan pasien bisa kembali normal setelahnya. Kondisi ini ngga menimbulkan kerusakan organ tubuh secara permanen, sehingga sering disebut juga sebagai mini stroke.
Meskipun termasuk dalam serangan stroke ringan, bukan berarti kamu bisa menyepelekan kondisi ini. Ternyata, munculnya TIA merupakan suatu peringatan bagi tubuh terhadap potensi munculnya stroke suatu saat nanti, jika kesehatan tubuh diabaikan dan ngga dilakukan upaya pencegahan stroke. Sebanayak 1 dari 3 pasien dengan serangan TIA berakhir dengan stroke dan biasanya muncul 1 tahun setelah serangan TIA terjadi.
Apa sih penyebab munculnya TIA?
Terjadinya disfungsi otak sementara diakibatkan oleh tersumbatnya salah satu pembuluh darah yang menyuplai oksigen ke otak. Nah, sumbatan tersebut umumnya disebabkan karena adanya penggumpalan darah yang bisa terjadi pada bagian tubuh mana saja. Darah yang menggumpal tersebut akan terbawa melalui sistem peredaran darah menuju otak dan menyebabkan pembuluh darah tersumbat.
Penggumpalan darah sendiri banyak penyebabnya, ya! Beberapa diantaranya dapat terjadi karena keberadaan lemak dan gelembung-gelembung udara. Terdapat beberapa penyebab yang bisa memicu risiko TIA, diantaranya kebiasaan merokok, hipertens, obesitas, mengonsumsi minum alkohol berlebihan dan diabetes.

Gejala TIA
Dengan akronim FAST, kamu bisa mengingat gejala TIA dengan mudah. Ini dia gejala-gejalanya:
Face (Ekspresi Muka): Bagian muka jatuh/terlipat pada 1 sisi, sehinggangga bisa tersenyum. Kemungkinan lain yaitu mulut atau mata yang jatuh/terlipat.
Arm (Lengan): Penderita TIA tidak dapat mengangkat kedua lengan atau mampu mengangkatnya namun mati rasa.
Speech (Bicara): Pelafalan yang kurang jelas atau kacau, atau bahkan sampai pada kondisi ngga bisa bicara sama sekali. Terkadang penderita juga sulit memahami apa yang orang sekitarnya katakan.
Time (Waktu): Maksudnya yaitu ketika kamu atau orang terdekatmu mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, kamu harus langsung menghubungi pihak kesehatan terdekat supaya bisa segera mendapatkan penanganan darurat.
Nah, itu dia info seputar TIA yang perlu kamu ketahui. Semoga informasi ini bisa membantu supaya kamu bisa menghindari kondisi ini baik pada diri sendiri maupun orang terdekat. Selalu ingat bahwa TIA berisiko tinggi pada stroke, so jangan pernah meremehkannya! Salam sehat!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
Terimakasih infonya kak