Milia merupakan benjolan kecil berkelompok berwarna putih dan biasanya timbul di area wajah. Bisa di bawah mata atau mulut, hingga di area hidung dan pipi. Secara umum, milia terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu neonatal milia pada bayi baru lahir, primary milia pada anak dan dewasa yang menghilang pada beberapa minggu atau bulan, secondary milia yang muncul di kulit yang cedera), milia en plaque yang lebar menonjol pada perempuan paruh baya), dan multiple eruptive milia yang muncul berkelompok dalam beberapa minggu atau bulan. Sahabat Sehat, apa ya penyebab milia ini muncul?

Kenapa milia bisa muncul?
Berdasarkan hasil riset medis di Rochester, Minnesota, bintil putih kecil di kulit yang disebut milia ini muncul karena sel kulit mati atau protein yang bernama keratin terperangkap di bawah permukaan kulit. Lalu, kenapa bisa terjadi seperti itu?
Pada orang dewasa, munculnya milia terkait dengan kerusakan kulit, seperti luka lepuh karena kondisi atau penyakit tertentu, luka lepuh karena paparan tanaman beracun (misalnya poison ivy), paparan sinar matahari yang lama, luka bakar, pemakaian krim kortikosteroid jangka panjang, dan perawatan kulit dengan prosedur tertentu (dermabrasi atau laser resurfacing). Sedangkan, belum pasti diketahui mengapa dalam beberapa kasus milia tumbuh pada bayi yang baru lahir.
Milia biasanya berupa benjolan berwarna putih mutiara atau putih kekuningan berukuran 1-2 mm. Meskipun ngga menimbulkan nyeri, keberadaan benjolan ini bisa membuat si empunya kulit merasa ngga nyaman. Bila terjadi iritasi, seperti saat bergesekan dengan pakaian atau seprai yang kasar, milia bisa berubah warna menjadi kemerahan. lalu adakah cara buat menghilangkannya?
Bersihkan wajah dengan tepat
Supaya milia cepat menghilang, Sahabat Sehat perlu rutin membersihkan wajah dengan sabun atau pembersih wajah yang aman dan berbahan lembut. Menggunakan air hangat saat membersihkan wajah bisa membuat membuka pori-pori kulit lebih terbuka, sehingga proses pelepasan serpihan kulit mati atau kotoran lain lebih optimal. Setelah mengaplikasikan produk pembersih wajah, bilaslah dengan air untuk membersihkan kotoran dan sel kulit mati yang sudah terkelupas.

Gunakan tabir surya
Cara kedua adalah menggunakan tabir surya yang membantu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet. Kamu dapat menggunakan sunscreen dengan SPF 30 atau lebih sebelum pergi ke luar rumah supaya kulit terlindungi. Dengan begitu, risiko terjadinya kerusakan kulit yang memperparah kondisi milia ngga akan terjadi deh!
Lakukan eksfoliasi
Milia bisa dengan melakukan eksfoliasi secara teratur, setidaknya 2-3 kali seminggu. Meskipun demikian, hindari eksfoliasi berlebihan karena justru akan mengiritasi kulit. Pilihlah produk eksfoliasi yang lembut di kulit. Pilihlah jenis eksfoliasi yang paling cocok dengan kondisi kulit kamu, misalnya dengan menggunakan scrub atau toner yang mengandung eksfoliator seperti AHA dan BHA.
Nah, selain melakukan melakukan beberapa tips yang disebutkan di atas, kamu juga bisa menggunakan produk skincare berbahan retinol untuk membasmi milia. Ngga kalah pentingnya, Sahabat Sehat perlu menerapkannya secara rutin supaya hasil yang didapat lebih maksimal. Jika hasilnya belum terlihat atau milia semakin bertambah, kamu bisa berkonsultasi ke dokter kulit untuk mendapat penanganan yang tepat.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
