Sahabat Sehat sudah tahu belum? Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia dilaporkan terus meningkat selama pandemi. Data terakhir pada September 2022 mencatat bahwa angka kumulatif DBD di Indonesia mencapai 87.501 kasus dan angka kematian akibat DBD sebanyak 816 kasus.
Untuk menekan kasus DBD, The World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta yang digarap oleh Prof. Adi Utarini melakukan studi tentang pengendalian virus dengue dengan inovasi bakteri Wolbachia yang dimasukkan ke dalam nyamuk Aedes aegypti.

Apa itu Bakteri Wolbachia?
Wolbachia sendiri adalah bakteri alami yang hidup di dalam tubuh serangga, tapi bakteri ini ngga ditemukan di dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti yang selama ini dikenal sebagai vektor penular virus dengue. Apabila bakteri ini dimasukkan ke dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti, mampu melumpuhkan virus dengue.
Cara Kerja Bakteri Wolbachia
Bakteri Wolbachia diambil dari lalat buah dengan teknik microinjection, yakni menyuntikkan Wolbachia ke dalam telur nyamuk Aedes aegypti. Setelah menetas, nyamuk ber-Wolbachia ini dilepaskan di daerah endemik virus dengue. Setelah nyamuk ber-Wolbachia dilepaskan, mereka akan berkembang biak dengan nyamuk liar. Lalu, terjadi tiga mekanisme di bawah ini yang akan mengeliminasi nyamuk Aedes aegypti.
Pertama, jika nyamuk jantan ber-Wolbachia kawin dengan nyamuk betina liar, nyamuk betina tersebut akan tetap menghasilkan telur, tapi ngga bisa menetas. Kedua, jika nyamuk jantan dan betina ber-Wolbachia kawin, semua keturunannya akan terinfeksi Wolbachia. Ketiga, jika nyamuk betina ber-Wolbachia kawin dengan nyamuk jantan liar, semua keturunannya akan mengandung bakteri Wolbachia.
Seberapa Efektif?
Hasil Penelitian dari World Mosquito Program (WMP) yang dipublikasikan pada jurnal kesehatan dunia bereputasi, The New England Journal of Medicine (NEJM), membuktikan bahwa terjadi penurunan kasus dengue sebesar 77% di wilayah penyebaran nyamuk ber-Wolbachia di Kota Yogyakarta. Selain itu, jumlah pasien dengue yang dirawat di rumah sakit juga berkurang sebanyak 86%.

Nyamuk ber-Wolbachia Aman
Gigitan nyamuk Aedes aegypti liar dengan Aedes aegypti ber-Wolbachia sama gatalnya. Bedanya, nyamuk ber-Wolbachia sudah ngga bisa lagi menularkan virus dengue. Dilansir dari laman web Sehat Negeriku, Prof. Adi Utarini memastikan bahwa Wolbachia aman, dan gigitannya ngga akan berdampak terhadap kesehatan.
Keamanan nyamuk ini juga sudah terbukti dengan memberikan darah manusia secara langsung oleh sukarelawan untuk dimakan nyamuk ber-Wolbachia. Mulai dari Staf WMP Yogyakarta hingga Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta pernah memberi “makan” nyamuk ber-Wolbachia di laboratorium.
Keren banget ngga tuh? Walaupun begitu, keberadaan inovasi teknologi bakteri Wolbachia saat ini hanya sebagai program pelengkap pengendalian DBD. So, Sahabat Sehat diharapkan tetap menerapkan gerakan “3M Plus“, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang, serta rajin menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
