Tanggapi Tanda dan Gejala Stroke dengan FAST!

Sahabat Sehat, tahu ngga? Ada kutipan yang mengatakan bahwa waktu adalah otak. Pada kasus stroke, semakin cepat penyintas di bawa ke Rumah Sakit, maka lebih banyak jaringan otak yang dapat diselamatkan. Stroke, yang dikenal sebagai silent killer, merupakan penurunan fungsi otak baik fokal maupun global akibat terhambatnya peredaran darah ke otak. Gangguan ini terjadi apabila pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecah. Akibatnya, otak tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup sehingga menyebabkan kerusakan sel saraf.

Foto: Freepik

Umumnya, pada kondisi serangan stroke terjadi disfungsi neurologik yang dimanifestasikan oleh kehilangan fungsi motorik, sensorik atau pun visual secara tiba-tiba. Untuk menangani hal tesebut, Sahabat Sehat perlu mengenali gejala stroke sedini mungkin untuk mengurangi keterlambatan dalam penanganan. Setiap menit kertelambatan pengobatan dapat mengakibatkan kerusakan sebanyak 1,9 sel saraf, loh!

Deteksi Dini Gejala Stroke

Sahabat Sehat tidak perlu khawatir! Saat ini, berbagai skala penilaian stroke telah dikembangkan untuk penggunaan rumah sakit maupun pengaturan prahospital. Khusus untuk prahospital, skala penilaian stroke dirancang dengan kriteria diagnostik sederhana dan tanda klinis yang mudah dikenali sehingga dapat diterapkan secara praktis oleh pemberi pertolongan pertama dan masyarakat umum. Skala stroke prahospital berfungsi untuk membantu seleksi awal orang yang dicurigai mengalami stroke.

Alat skrining ini dikembangkan untuk membantu masyarakat mengenali stroke sejak dini sehingga memungkinkan pasien untuk lebih cepat masuk rumah sakit dan segera menerima pengobatan. Meskipun demikian, skala stroke prahospital tidak dapat mengonfirmasi diagnosis stroke sacara pasti. Penentuan diagnosis dan pemberian terapi tetap harus dilakukan di Rumah Sakit oleh dokter dan tenaga medis yang
berwenang.

Kenali dengan FAST

Salah satu cara yang dapat memudahkan Sobat Sehat untuk mengenali gejala stroke , yaitu dengan FAST (Face, Arms, Speech, and Timing). FAST mendeteksi stroke melalui tiga tanda dan gejala, yaitu kesimetrisan wajah, kekuatan ekstermitas dan kemampuan berbicara. Metode ini terbukti dapat dilakukan secara mandiri karena penggunaannya yang mudah dan sederhana. Selain itu, di antara alat skrining lainnya FAST memiliki sensitivitas tertinggi sebesar 85%. Yuk, coba lakukan tes sederhana berikut!

Foto: Freepik

F – Face

Instruksikan suspek untuk tersenyum. Apakah ada bagian wajah yang tampak turun atau tidak simetris? Apabila sebelah sisi wajah tampak “turun”, kemungkinan terjadi stroke.

A – Arms

Instruksikan suspek untuk mengangkat kedua lengannya dengan tinggi ke atas. Apakah salah satu lengan perlahan jatuh atau tidak dapat diangkat? Apabila sebelah tangan tampak tertinggal, kemungkinan terjadi stroke.

S – Speech

Instruksikan suspek untuk mengungkapkan kata-kata sederhana. Apakah ucapannya terdengar pelo atau tidak jelas? Apabila tidak mampu berbicara dengan lancar, kemungkinan terjadi stroke.

T – Time

Jika seseorang mengalami gejala tersebut, segera hubungi rumah sakit terdekat. Catat waktu saat gejala pertama muncul karena informasi ini penting bagi tenaga medis untuk menentukan perawatan terbaik.

Dengan mencoba tes sederhana FAST, Sahabat Sehat dapat mengenali beberapa gejala awal stroke. Gejala tersebut meliputi wajah tampak terkulai dan mati rasa, senyum tidak simetris, kesulitan mengangkat salah satu atau kedua tangan, adanya sensasi kesemutan, serta penurunan kemampuan berbicara. Dengan mengenali gejala-gejala ini secara cepat, Sahabat Sehat dapat segera mengambil tindakan untuk mendapatkan pertolongan medis sehingga peluang pemulihan dapat meningkat. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Ditulis Oleh:

Intan Nurhaliza, S Gz
Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada. Profesi Dietisien IPB University

Referensi

Chen, X., Zhao, X., Xu, F., Guo, M., Yang, Y., Zhong, L., Weng, X., & Liu, X. (2022). A Systematic Review and Meta-Analysis Comparing FAST and BEFAST in Acute Stroke Patients. In Frontiers in Neurology (Vol. 12). Frontiers Media S.A. https://doi.org/10.3389/fneur.2021.765069

Meyran, D., Cassan, P., Avau, B., Singletary, E., & Zideman, D. A. (2020). Stroke Recognition for First Aid Providers: A Systematic Review and Meta-Analysis. Cureus.
https://doi.org/10.7759/cureus.11386

Safitri, D., Arisandi, D., Nurpratiwi, N., Kirana, W., & Anggreini, Y. D. (2024). Deteksi Dini Penyakit Stroke dengan Metode FAST pada Kelompok Risiko Tinggi di UPT Puskesmas Banjar Serasan. Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(1), 115–120. https://doi.org/10.54082/jippm.430

Tanglay, O., Cappelen-Smith, C., Parsons, M. W., & Cordato, D. J. (2024). Enhancing Stroke Recognition: A Comparative Analysis of Balance and Eyes–Face, Arms, Speech, Time (BE-FAST) and Face, Arms, Speech, Time (FAST) in Identifying Posterior Circulation Strokes. Journal of Clinical Medicine, 13(19). https://doi.org/10.3390/jcm13195912

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.