Halo Sahabat Sehat! Entrobacter sakazakii merupakan bakteri patogen yang dapat menyebabkan penyakit dan menginfeksi melalui media makanan yang dikonsumsi atau disebut foodborne disease. Bakteri ini termasuk ke dalam jenis Cronobacter dan bisa ditemukan dalam makanan dan minuman, salah satunya susu formula bayi.

Enterobacter sakazakii
Pada mulanya bakteri ini disebut “yellow pigmented Enteribactercloacea” dan mulai dinamakan Enterobacter sakazakii di tahun 1980. Bakteri ini berbentuk batang, memiliki sel tunggal, tidak membentuk spora (bulu halus).
Enterobacter sakazakii dikenal sebagai penyebab penyakit infeksi saluran pernapasan ringan, endokarditis (infeksi lapisan jantung), infeksi bagian dalam perut, bakterimia (bakteri dalam darah), infeksi pada mata, osteomyelitis (radang tulang) dan septic arthritis. Bakteri ini juga menjadi penyebab beberapa kondisi klinis, seperti meningitis, sepsis, necrotizing enterocolitis, dan bakterimia pada neonatus atau bayi usia 0-28 hari. Dilaporkan kondisi tersebut terjadi akibat mengonsumsi susu formula yang terkontaminasi.
Kontaminasi E. sakazakii pada susu formula
Kasus infeksi oleh bakteri ini sudah terjadi sejak tahun 1983. Di Belanda, ada 8 orang penderita neonatal meningitis, akibat mengonsumsi susu formula. Pada tahun 1986 dan 1987 di Islandia juga terjadi kasus infeksi bakteri ini akibat mengonsumsi susu formula. Bukan hanya itu, di USA, Portugal, Maryland, Belgia, Israel, dan Perancis juga terjadi kasus infeksi serupa pada tahun 1988-2005.
Sebanyak 40-48% kasus kematian bayi disebabkan oleh bakteri ini, dan sangat berisiko pada bayi lahir prematur, bayi berat lahir rendah (BBLR), kelainan immunocompromised, bayi yang lahir dari ibu pengidap HIV dan lainnya. Kejadian ini bukan hanya terjadi bayi, melainkan juga pada dewasa dan anak-anak.
Sebanyak 141 susu formula dari berbagai negara, 20 diantaranya terkontaminasi E. sakazakii. Dikarenakan bakteri ini hidup pada intestin hewan dan mamalia, kontaminasi bisa terjadi saat pemerahan susu atau pun saat proses pengolahan menjadi susu bubuk. Namun, ngga menutup kemungkinan juga berasal dari alat-alat yang digunakan.

Cara mencegah infeksi E. sakazakii
Pencegahan yang dapat dilakukan yaitu menyeduh susu formula bayi dengan air bersuhu 70ºC, karena bakteri ini tidak dapat bertahan hidup pada suhu 62ºC ke atas. Sahabat Sehat juga bisa mengganti susu formula bubuk menjadi susu formula cair untuk bayi yang berisiko tinggi terinfeksi. Ini dikarenakan proses pengolahan susu cair, seperti pasteurisasi mampu meminimalkan kontaminasi E. sakazakii. Selain itu, untuk mengurangi terjadinya kontaminasi lakukan penyiapan susu di tempat yang bersih. Apabila memungkinkan, sangat disarankan untuk hanya memberikan ASI pada bayi.
Enterobacter sakazakii akan mati pada suhu panas, jadi Sahabat Sehat ngga perlu khawatir jika sudah menyeduh susu dengan air panas. Namun, perlu diperhatikan juga beberapa kandungan gizi bisa saja rusak jika terpapar suhu panas yang terlalu tinggi. Supaya lebih aman, kamu juga bisa mengikuti pentunjuk penyajian yang tertera pada kemasan susu formula bayi.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
