Hati-hati, Hewan Ini Ngga Bebas Rabies Loh!

hewan rabies

Halo Teman Sehat! Rabies adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan bisa menular ke manusia melalui jilatan atau gigitan hewan yang terjangkit rabies.

Tapi, emang iya cuma anjing aja yang bisa menularkan virus rabies? Eits, jangan salah! Coba cek ini deh.

1. Yap, doggy

Hewan yang paling sering menularkan virus rabies memang anjing, sehingga penyakit rabies banyak disebut sebagai penyakit anjing gila.

Virus rabies ‘hidup’ alias berinkubasi selama 9 hari sampai 6 bulan di dalam tubuh anjing. Awalnya, terjadi perubahan suhu tubuh, pembesaran pupil mata, dan refleks penglihatan yang menurun pada si doggy.

Pada seminggu pertama setelah inkubasi, anjing mengalami kelelahan, photophobia (menghindari cahaya), pica (memakan yang bukan makanan), dan lebih sensitif. Pada fase ini, anjing sangat berbahaya karena bisa menggigit apapun di sekitarnya.

Di minggu-minggu terakhir menjelang kematiannya, anjing mengalami kesulitan menelan dan peningkatan produksi air liur, kemudian mati kalau ngga segera ditolong.

2. Selain anjing, kucing juga dapat menjadi media penular virus rabies

rabies-cats-vaccinations-05

Masa inkubasi virus rabies pada kucing sekitar 9 hari hingga 2 bulan dengan gejala yang parah selama 2-3 minggu. Gejala yang pertama muncul pada kucing yang terinfeksi rabies adalah demam (low-grade fever) dan perubahan perilaku dari biasanya.

Gejala-gejala itu diikuti dengan peningkatan produksi air liur, tremor alias gemetar, hingga menjadi lebih agresif. Sama seperti anjing, pada fase akhir, kucing juga mengalami kesulitan menelan, kejang, hingga koma.

3. Ternyata, mamalia bersayap ini juga bisa menularkan rabies

kelelawar

Kelelawar adalah mamalia yang juga paling sering terkena rabies setelah anjing dan kucing. Dengan masa inkubasi dari 2 minggu hingga 7 bulan, rabies pada kelelawar lebih berbahaya karena ngga ada gejala yang ditunjukkan sebelum mati. Tapi, beberapa ahli menyatakan bahwa kelelawar yang ngga terbang dalam koloni alias geng-nya, seringkali tampak lebih agresif dan perlu dicurigai menderita rabies.

4. Monyet dan hewan primata lainnya rentan terserang rabies

monyet

Tapi, seiring berjalannya waktu, ternyata golongan hewan primata cenderung tahan terhadap infeksi rabies. Hewan primata yang terkena rabies lebih sering ditemukan di negara-negara berisiko tinggi rabies. Pemberian vaksin pada hewan primata di banyak negara terbukti berhasil mengurangi risiko rabies pada hewan primata.

5. Bahkan, hewan strong ini juga ngga bebas dari rabies

kuda

Hewan pengangkut beban seperti kuda dan keledai ternyata juga ngga bebas dari risiko rabies. Inkubasi selama 6 minggu memberikan gejala seperti tremor, mulut berbusa, hingga tampak sangat nyeri. Kuda dan keledai juga lebih sering menggeretakkan giginya. Pada fase akhir, kuda dan keledai dapat mengalami kelumpuhan.

6. Hewan innocent juga ternyata ngga free dari rabies loh!

kelinci

Teman Sehat memelihara kelinci atau hamster? Hati-hati, kelinci dan hewan pengerat ternyata juga dapat terserang rabies. Tapi, kasus rabies pada kedua golongan hewan itu termasuk jarang terjadi.

Hal yang paling berbahaya dari rabies pada kelinci dan hewan pengerat adalah seringkali ditemukan mati atau lumpuh tanpa menunjukkan perubahan perilaku seperti hewan yang terinfeksi rabies lainnya.

Bukan cuma hewan-hewan ini, akan lebih baik kalau kamu ngga melakukan kontak langsung dengan hewan lainnya juga untuk menghindari rabies atau penyakit lainnya. Bagaimana pendapatmu? (agt&don)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.