Awas! 4 Kelainan pada Bayi ini Terjadi akibat Kurang Gizi Selama Hamil

kelainan pada bayi

Hai Teman Sehat! Punya bayi yang sehat sempurna pasti jadi harapan semua calon orang tua. Termasuk kamu kan? Tapi, taukah kamu? Banyak kasus kelainan pada bayi akibat kekurangan zat gizi tertentu selama kehamilan loh!

Sebagai calon orang tua yang kece, kamu wajib banget perhatiin beberapa zat gizi yang bisa buat anakmu kelak bisa lahir dengan sehat. Nah, yuk simak beberapa penyakit/kelainan yang muncul karena kekurangan zat gizi tertentu pada saat kehamilan.

1. Spina bifida (Neural Tube Defect)

spina_bifida-web

Bayi yang menderita gangguan ini memiliki tulang belakang yang tidak tertutup alias bolong. Hal ini terjadi karena perkembangan otak dan sumsum tulang belakang yang tidak sempurna. Kekurangan asam folat pada wanita sebelum dan saat hamil merupakan penyebab utama gangguan ini. Oleh karena itu, ibu hamil trimester I dianjurkan mengonsumsi 600 µg asam folat dan trimester II sebanyak 800 µg. Sumber makanan kaya asam folat seperti hati, gandum, roti, dan sayuran.

2. Prematur

Data dari WHO menunjukan bahwa 1 dari 10 bayi yang lahir adalah prematur dan sekitar 15 juta bayi lahir lebih awal setiap tahunnya. Zink atau seng berperan penting dalam kejadian prematur pada bayi ini. Zink merupakan komponen berbagai enzim yang berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan serta maturasi janin. Zink juga diketahui berperan dalam panjang lahir bayi. Asupan zink yang dianjurkan pada ibu hamil adalah 12 mg pada trimester I dan 16 mg trimester II. Sumber makanan kaya zink antara lain daging merah, ayam, kacang-kacangan, serealia, dan hasil laut.

3. Gangguan pertumbuhan dan status IQ

Proporsi bayi dengan berat lahir kurang dari 2,5 kg di Indonesia masih tinggi loh. Bayi berat lahir rendah ini sering disingkat BBLR. Peristiwa BBLR terjadi karena selama dalam kandungan mengalami gangguan pertumbuhan yang menyebabkan tidak tercapainya berat badan normal. Ibu yang memasuki masa kehamilan dengan status iodium darah yang rendah menempatkan janinnya pada risiko gangguan pertumbuhan. Iodium juga berpengaruh pada skor IQ anak. Oleh karena itu, ibu hamil dianjurkan mengkonsumsi iodium ±220 µg pada trimester I dan ±290 µg pada trimester II. Adapun sumber iodium seperti garam beryodium, ikan, dan hasil laut.

4. Mikrosepali

Bayi yang mengalami mikrosepali memiliki ukuran lingkar kepala yang kecil sehingga terlihat tidak proporsional bila dibandingkan dengan ukuran tubuhnya. Mikrosepali dapat terjadi jika otak bayi tidak berkembang secara sempurna selama kehamilan dan berhenti berkembang setelah lahir. Kasus yang terjadi pada 2 bayi per 10.000 kelahiran hidup ini, salah satunya disebabkan oleh malnutritisi berat selama kehamilan. Kekurangan zat gizi seperti protein, lemak, zat besi, copper, iodium, selenium, vitamin A, dan folat sering dikaitkan dengan gangguan perkembangan otak. Oleh karena itu, ibu hamil harus terpenuhi segala kebutuhan zat gizinya!

Nah, bagi Teman Sehat yang akan menjadi calon orang tua, terutama ibu, harus memperhatikan status gizi dan asupan sebelum, saat, dan setelah kehamilan ya! Kenapa? Selain untuk menghindari kelainan pada bayi, nasib generasi penerus bangsa juga ada di tanganmu!

Bagaimana pendapatmu? (agt&don)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.