Si Nyaman, Gaya Hidup yang Ternyata Ngga Aman

Hai Teman sehat, sadar ngga sih kalau sekarang, semakin banyak masyarakat yang menerapkan sedentary lifestyle. Yap, sedentary lifestyle merupakan kegiatan minim bergerak atau mager. Seringkali, gaya hidup ini digambarkan sebagai  aktifitas yang berkaitan dengan rendahnya penggunaan energi di dalam tubuh, yaitu hanya sekitar 1-1,5 metabolic equivalent (METs). Apakah gaya hidup ‘nyaman’ ini bikin kamu ngga aman? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Contoh aktifitasnya 

Contoh gaya hidup ini yaitu rebahan sambil main handphone hingga berjam – jam, nonton tv sambil duduk dan makan cemilan. Apalagi sekarang didukung dengan pesatnya kemajuan teknologi, semua bisa serba online.

Mau pesan makan bisa lewat aplikasi, mau belanja tinggal buka online shop, mau ke luar tinggal pesan transportasi online, jadi makin betah dong buat mager. Yap, ngga bisa dipungkiri, kehidupan masyarakat saat ini yang penuh tuntuan dan tingkat stres yang semakin tinggi. Masyarakat ingin dimanjakan dengan berbagai kemudahan hanya dalam satu genggaman.

Akibat dari gaya hidup ini

Tau kah kamu, akibat yang ditimbulkan jika terus  menerus menerapkan sendentary lifestyle? Banyak penelitian mengatakan bahwa sedentary lifestyle dapat memicu berbagai gangguan dalam tubuh seperti:

  • Tubuh menjadi sedikit membakar kalori, sehinga lebih mudah menaikan berat badan
  • Mudah lelah saat beraktifitas fisik karena melemahnya massa otot
  • Semakin lemah kekuatan tulang karena kekurangan mineral
  • Metabolisme tubuh terganggu, terutama dalam memecah lemak dan gula
  • Sistem imun ngga berkeja dengan baik
  • Sirkulasi darah kurang lancar
  • Terjadi ketidakseimbangan hormon

Risiko yang ditimbulkan

Nah berbagai efek tersebut, bisa  memicu timbulnya beberapa penyakit tidak menular (PTM). Penelitian yang dilakukan di Kanada menyebutkan bahwa jumlah kejadian obesitas meningkat pada seseorang yang memiliki kebiasaan menonton tv hingga 21 jam per minggu.

Penelitian serupa di Australia juga menyatakan bahwa laki-laki yang menyetir mobil hingga 10 jam perhari memiliki risiko penyakit cardiovascular lebih besar hingga 82%. Oleh karena itu WHO menyarankan untuk bergerak setidaknya 150 menit perminggu untuk aktifitas sedang dan 75 menit per minggu untuk aktifitas yang lebih berat (seperti jogging, yoga, dan jenis olahraga lainnya).

Tips untuk mengurangi Sedentary Lifestyle

  • Saat menonton televisi, kamu bisa melakukan semacam stretching, atau setidaknya gerakan badan kamu saat sedang iklan.
  • Berkebun, bersih-bersih rumah.
  • Saat ingin keluar membeli sesuatu di toko sekitar rumah, usahakan ditempuh dengan jalan kaki dibanding menggunakan kendaraan
  • Jalan jalan setelah makan malam
  • Lebih memilih naik tangga daripada lift
  • Mengangkat telfon sambil berdiri
  • Menari dengan diiringi musik favorit

Biar makin afdhol, jangan lupa persiapkan speedometer untuk tahu sudah berapa lama kamu bergerak dalam sehari. Sehingga kamu bisa mengukur seberapa aktif dalam satu hari tersebut. Yuk, gerakan anggota tubuh and lets go sit-less, move-more Teman Sehat!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *