Dampak Berkelanjutan Obesitas

Teman Sehat, siapa disini yang suka mengonsumsi junk food, minuman manis, atau ngemil gorengan setiap hari? Yap, kebiasaan saat hangout dengan teman sambil menyelesaikan tugas bersama atau sekedar ingin jajan, biasanya selalu ditemani dengan konsumsi makanan cepat saji yang ngga disadari tinggi lemak, gula, garam maupun karbohidrat.

Kamu perlu hati-hati dengan kebiasaan ini, karena konsumsi berlebihan bisa menyebabkan kegemukan, bahkan obesitas. Sebenarnya, apa saja sih penyebab  kondisi ini? Lalu, apa ya, dampaknya terhadap kesehatan tubuh kamu? So, let’s check it out!

Kenali penyebabnya

Obesitas merupakan suatu kondisi adanya penumpukan lemak di dalam tubuh secara berlebih. Kondisi ini bisa menjadi pintu pembuka munculnya penyakit tidak menular (PTM), seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Sebenarnya, kondisi ini bersifat multifaktoral atau banyak hal yang bisa memengaruhinya, mulai dari kondisi psikologis, gaya hidup yang ngga sehat, pengaruh iklan, genetik, usia, serta jenis kelamin. Dalam studi yang dilakukan oleh Kurdanti, faktor penyebab obesitas diantaranya:

  • Kelebihan asupan karbohidrat dan lemak,
  • Jarang berolahraga,
  • Sering mengonsumsi fast food,
  • Ngga sarapan,
  • Keturunan atau faktor genetik.

Untuk mengetahui status obesitas seseorang, kamu bisa menghitungnya dengan perbandingan antara berat badan dengan tinggi badan, atau disebut juga dengan Indeks Massa Tubuh (IMT). Apabila nilai IMT menunjukkan >30 kg/m2, maka bisa dikatakan kamu termasuk kategori obesitas.

Dampak negatifnya

Kondisi ini telah menjadi penyebab utama munculnya berbagai macam penyakit. Berikut beberapa risiko yang bisa terjadi pada seseorang dengan obesitas, yaitu :

Diabetes melitus (DM)

Seseorang dengan kondisi ini akan berisiko 2,26 kali mengalami DM dibandingkan yang ngga obesitas. Hal ini berkaitan dengan daanya jaringan lemak di dalam tubuh yang terakumulasi, sehingga akan mengganggu kerja hormon insulin. Kerja hormin yang ngga optimal ini, akan menyebabkan hormon menjadi kurang peka terhadap kelebihan gula di dalam tubuh.

Hipertensi

Obesitas juga bisa menyebabkan kerja jantung menjadi semakin berat untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Hal ini dikarenakan semakin besar massa tubuh, maka semakin banyak pula jumlah darah yang harus dialirkan. Inilah yang menyebabkan orang obesitas sering mengalami hipertensi.

Penyakit kardiovaskuler

Sel-sel lemak pada seorang obesitas didominasi oleh lemak jahat atau LDL-kolesterol. Lemak ini agak sulit dialirkan oleh darah, sehingga menumpuk di dinding pembuluh darah. Jika penumpukan ini berlanjut, maka akan menyebabkan penyumbatan dan penyempitan pembuluh darah. Jika dibiarkan, kondisi ini akan memicu penyakit jantung, karena terganggungnya fungsi kerja jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh.

Stroke

Tidak menutup kemungkinan orang yang obesitas bisa berakhir dengan stroke. Yap, dimulai dari hipertensi, diabetes melitus, dan penyumbatan pembuluh darah yang bisa meningkatkan risiko stroke.  Meskipun kondisi ini ngga secara langsung menyebabkan stroke, namun faktor risikonya tetap harus diperhatikan karena komplikasi penyakit u=yang ditimbulkan menjadi pemicu munculnya serangan stroke.

Nah Teman Sehat,  inilah beberapa dampak berkelanjutan yang ditimblkan oleh obesitas. Gangguan ini bisa megganggu kehidupan kamu, karena berisiko tinggi mengalami PTM. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat ya untuk semua Teman Sehat. Yuk, mulai sekarang terapkan pola makan dan gaya hidup yang sehat, terhindar dari obesitas!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *