Dehidrasi karena Diare pada Si Kecil? Ini Solusinya!

Halo, Teman Sehat! Diare merupakan salah satu penyakit infeksi yang biasa menyerang anak-anak, loh! Apalagi penyakit ini biasanya menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) karena banyak cairan yang keluar melalui Buang Air Besar (BAB). Para calon ibu dan ibu ngga perlu panik!  Mari cari tahu lebih lanjut mengenai dehidrasi karena diare di sini!

Risiko yang ditimbulkan

Diare merupakan kondisi BAB dengan frekuensi sering yaitu 3 kali atau lebih dalam sehari dengan konsistensi yang lembik atau cair atau bahkan hanya air saja, loh! Penyakit ini menjadi penyakit kedua yang menyebabkan kematian pada balita menurut Badan Kesehatan Dunia.

Baby, Hand, Infant, Child, Father, Parents, Sweet

Salah satu faktor penyebab dari terjadinya kematian akibat penyakit ini adalah dehidrasi. Dehidrasi karena diare, biasanya bisa terjadi secara bersamaan maupun ngga. Nah, dampak terburuk yang bisa terjadi akibat dehidrasi yaitu kematian. Penyakit ini bisa terjadi karena makanan yang terkontaminasi bakteri jahat maupun sumber air yang digunakan ngga bersih.

Apa saja tanda dan gejalanya?

Dehidrasi merupakan kondisi tubuh mengalami kekurangan cairan. Berikut beberapa tanda dan gejala yang terjadi biasanya terjadi pada si kecil saat kondisi diare.

  • Popok ngga basah selama 3 jam atau lebih
  • Mulut dan lidah kering
  • Demam diatas 390C
  • Menangis tanpa ada air mata
  • Mengantuk, ngga responsif, gelisah atau mudah marah
  • Perut kembali dengan lambat jika dicubit
  • Mata atau pipi cekung

Ngga perlu panik, lakukan ini!

Kalau kamu menemukan tanda dan gejala tersebut, bersiaplah untuk melakukan pertolongan pada si kecil. Apa saja yang dilakukan?

  • Memberikan ASI dengan frekuensi dan durasi yang lebih sering jika masih pada masa ASI Eksklusif
  • Memberikan larutan oralit yaitu campuran dari air putih, gula, dan garam. Larutan tersebut dapat membantu penyerapan kembali air yang telah terbuang lewat feces.
  • Berikan suplemen seng (Zn) yang tersedia di puskesmas, apotik, dan rumah sakit yang membantu menurunkan durasi dari diare dan mencegah terulang kembali 2 sampai 3 bulan kedepan. Konsumsi suplemen ini sesuai dengan anjuran dari tenaga kesehatan profesional
  • Memberikan makanan yang mengandung air lebih banyak seperti sayur, kuah sup, dan air mineral
  • Konsultasikan ke dokter atau bawa ke sarana kesehatan jika kondisi si kecil semakin parah dan belum membaik

Bagaimana cara mencegahnya?

Kamu bisa melakukan langkah untuk pencegahan yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) agar si kecil ngga terkena diare yaitu penggunaan sumber air minum yang aman, meningkatkan sanitasi lingkungan, mencuci tangan dengan sabun, memberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan, menjaga higinitas personal dan makanan, serta pendidikan kesehatan mengenai penyebaran infeksi dan vaksinasi.

Nah, Teman Sehat, sekarang sudah tahu kan beberapa hal yang berhubungan dengan diare dan tips lainnya? So, untuk kamu, para ibu dan calon ibu, yuk sama-sama saling mengingatkan! Jangan panik dan tetap tenang untuk menghadapinya, agar si kecil tumbuh dan kembang dengan sehat. Share, like dan comment di bawah ini, jika artikel ini bermanfaat, ya!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *