Diabetes Mellitus pada Anak, Kenali Gejalanya

Halo Teman Sehat! Selama ini banyak yang beranggapan kalau penyakit diabetes cuma diderita orang dewasa. Tapi, tahukah kamu? Ternyata si kecil juga berisiko terkena diabetes loh! Mau tahu apa alasannya? Yuk, simak penjelasan di bawah ini!

Diabetes pada anak

Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), lebih dari 90% kasus diabetes pada anak dan remaja adalah DM tipe-1. Berbagai studi menyatakan bahwa penderita DM tipe-1 ini ngga bisa sembuhkan, sehingga agar penderita tetap bisa beraktivitas diperlukan pengobatan yang dilakukan seumur hidup. DM tipe-1 terjadi karena adanya kerusakan sel β pankreas baik oleh proses autoimun maupun idiopatik sehingga produksi insulin berkurang bahkan terhenti. Jika ditelusuri ada berbagai macam faktor penyebab terjadinya DM tipe-1 ini diantaranya yaitu faktor keturunan, lingkungan, dan kondisi imonologis yang dimiliki oleh seseorang.

Gejala diabetes pada anak

Sebelum penyakit ini berkembang ke tahap yang lebih serius, ada baiknya orangtua mengenali gejala diabetes pada anak, antara lain:

  • Sering haus dan buang air kecil

Seharusnya gula darah akan disaring oleh ginjal baru kemudian di serap oleh tubuh. Namun karena jumlah gula yang terlalu banyak menyebabkan ginjal harus bekerja lebih keras untuk menyaring dan mengeluarkan kadar gula yang berlebih dalam bentuk  urine. Kondisi tersebut yang memicu anak akan lebih sering untuk buang air kecil, dengan banyaknya cairan tubuh yang keluar, anak pun akan cepat merasa haus dan lebih banyak minum dari pada biasanya.

  • Nafsu makan meningkat ngga wajar

Rasa lapar ini timbul karena jumlah insulin yang ngga memadai, sehingga gula ngga bisa diolah menjadi energi. Meski makan dalam jumlah yang banyak, berat badan anak yang menderita diabetes justru akan menurun.

  • Terlihat lelah atau lesu

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa penyakit DM bisa terjadi ketika pankreas ngga bisa menghasilkan insulin atau karena adanya gangguan dalam penyerapan insulin dalam tubuh. Kondisi tersebut menyebabkan sel-sel tubuh ngga menerima asupan energi sehingga timbul rasa lelah atau lesu meski sudah makan dalam jumlah atau porsi yang besar.

  • Luka sulit sembuh

Ciri fisik yang mudah diamati bagi penderita DM yaitu adanya luka atau memar yang sulit diobati. Tingginya kadar gula darah yang menyebabkan dinding pembuluh darah menyempit dan mengeras. Padahal, bagian tubuh yang mengalami luka memerlukan oksigen dan nutrisi yang terkandung dalam darah sehingga luka dapat segera disembuhkan.

Pencegahan diabetes pada anak

Diabetes merupakan penyakit yang ngga bisa disembuhkan. Dengan tatalaksana dan pemantauan yang berkelanjutan, keadaan ini bisa dijaga agar ngga terjadi komplikasi dikemudian hari dan anak juga tetap dapat memiliki kualitas hidup yang baik. Lima pilar tatalaksana diabetes pada anak yaitu injeksi insulin, pemantauan gula darah secara berkala, pemberian nutrisi, melakukan aktivitas fisik, serta edukasi.

Diabetes yang terlambat ditangani umumnya akan menimbulkan sejumlah komplikasi dikemudian hari yang tentunya dapat membahayakan kondisi anak. Oleh sebab itu, pastikan kita sebagai orang tua untuk selalu memeriksakan kondisi anak ke dokter apabila ia memiliki risiko tinggi atau sudah menunjukkan beberapa gejala diabetes.

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, SGz

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.