Fakta tentang Zinc bagi Tumbuh Kembang Anak

Halo Teman Sehat! Kamu pasti familiar dengan program pemberian kapsul vitamin A bagi anak untuk mencegah kekurangan vitamin A. Tapi, apakah Teman Sehat pernah mendengar tentang anak yang mengalami kekurangan zinc (seng)? Nah, banyak di antara kita yang mungkin belum tahu tentang peran mikronutrien yang satu ini. Padahal, perannya sangat penting bagi tumbuh kembang anak.

Banyak terjadi di negara berkembang

Defisiensi zinc cukup sering terjadi sebagaimana defisiensi zat besi, vitamin A, dan yodium. Defisiensi zinc diperkirakan lebih banyak terjadi pada anak-anak di negara berkembang karena kurangnya konsumsi produk hewani dan tingginya makanan sumber fitat. Biji-bijian, serealia, dan kacang-kacangan adalah makanan yang mengandung zinc tapi juga mengandung fitat, sehingga penyerapan zinc dari makanan tersebut bisa terganggu. Di sisi lain, zinc dari sumber hewani, seperti telur, susu, dan daging, sangat disarankan bagi anak-anak karena lebih mudah diserap.

Tanda yang ngga spesifik

Kejadian defisiensi zinc belum terlalu banyak diekspos karena tanda dan gejala yang tidak sejelas defisiensi zat gizi lainnya. Sebagai contoh, anak yang kekurangan yodium akan menunjukkan tanda khusus berupa gondok. Sedangkan kekurangan zinc bisa memunculkan berbagai tanda yang mirip dengan defisiensi zat gizi lainnya, seperti anak menjadi gampang sakit atau mengalami stunting. Di Indonesia, angka stunting lebih dari 20% disepakati sebagai salah satu indikasi tingginya angka kejadian defisiensi zinc pada anak.

Nah, tanda dan gejala defisiensi zinc yang ngga spesifik ini mendorong banyak peneliti untuk menemukan biomarker atau penanda biologis zinc seperti serum zinc, zinc dalam urine, dan kandungan zinc dalam rambut. Tapi sayangnya pemeriksaan semua biomarker zinc ini cukup mahal harganya, sehingga studi tentang zinc di masyarakat belum sebanyak studi tentang vitamin A atau zat besi. Akibat lainnya adalah belum ada program khusus untuk peningkatan konsumsi zinc, kecuali fortifikasi zinc bersama dengan zat gizi mikro lainnya.

Lebih kompleks daripada zat gizi lainnya

Zat gizi mikro dibedakan menjadi dua berdasarkan fungsinya dalam tubuh. Zat gizi tipe I adalah zat-zat yang berfungsi menjalankan organ maupun komponen tubuh lainnya untuk keberlangsungan kehidupan (fungsi fisiologis). Zat gizi tipe I ini mempunyai tempat penyimpanan khusus di dalam tubuh, seperti zat besi yang disimpan di dalam liver. Sedangkan zat gizi tipe II adalah zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan, sehingga defisiensi zat tipe ini akan langsung berdampak pada pertumbuhan sel. Zat gizi tipe II seperti zinc ini tersebar di semua jaringan dan ngga memiliki tempat penyimpanan khusus.

Ketika seorang anak mengalami kekurangan zat gizi mikro, maka anak tersebut akan memerlukan penanganan yang berbeda. Anak yang mengalami kekurangan zat tipe I akan membutuhkan zat tersebut dalam jumlah yang cukup untuk memulihkan fungsi fisiologisnya. Sebagai contoh, penderita anemia karena kekurangan zat besi bisa segera sembuh dengan pemberian tablet besi. Di sisi lain, anak yang mengalami kekurangan zat tipe II akan memerlukan semua zat tipe II tersebut untuk mengejar pertumbuhannya yang terhambat. Ketika seorang anak mengalami defisiensi zinc, anak tersebut juga akan membutuhkan lebih banyak zat tipe II lainnya agar pertumbuhannya kembali normal, seperti fosfor dan magnesium.

Nah, itu dia beberapa fakta unik tentang zinc yang ternyata sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan anak. Jadi, jangan lupa ajak anak-anak di sekitar kita untuk makan makanan sumber zinc ya!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, SGz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *