Sahabat Sehat! Tentu kamu udah pernah dengar ya, bahwa luasnya hutan menjadikan Indonesia sebagai negara paru-paru dunia. Beberapa bulan lalu, perayaan Hari Hutan se-Indonesia dengan tajuk #HutanKitaSultan diserukan. Nah, kamu udah tahu belum seberapa kayanya hutan Indonesia? Yuk, langsung aja kepoin informasi selengkapnya. Check this out!

Tahukah Kamu Hutan Kita Sultan?
Beragam kehidupan di hutan telah mendukung kehidupan manusia hingga saat ini. Mulai dari hasil tumbuhan berupa buah, daun, batang, hingga akar bisa dimanfaatkan. Bahkan lingkungan hutan pun bisa menjadi salah satu pilihan rekreasi kamu loh! Meskipun begitu, tetap harus bijak dalam memanfaatkan hutan ya!
Beragam Kekayaan Hutan yang Luar Biasa
Beragam kegiatan wisata bisa dilakukan. Sahabat Sehat, bisa loh refreshing di hutan. Mulai dari, wisata mengamati burung, tracking mangrove, hingga berkemah di alam bebas.
Beragam hasil kerajinan bisa dihasilkan. Contohnya, batik dengan pewarna limbah mangrove, anyaman purun, dan tenun dengan warna akar mengkudu. Pasti unik banget deh hasilnya, iya kan?
Beragam hasil produk perawatan tubuh juga bisa dihasilkan loh! Minyak kemiri yang digunakan sebagai bahan dasar kosmetik. Juga mentega Tengkawang yang digunakan sebagai bahan dasar body lotion dan solid deodorant.
Beragam hasil pangan pun dihasilkan. Madu hutan, sebagai bahan pangan sekaligus obat tradisional. Gula enau (gunau) yang berasal dari nira enau atau aren. Berbagai masakan dari tumbuhan pakis. Belimbing wuluh yang diolah menjadi sambal hingga sirup menyegarkan. Tepung dari tumbuhan sagu yang banyak tumbuh alami di hutan.
Beragam kayu kuat pun tersedia. Kayu ulin dan meranti adalah bahan bangunan utama rumah-rumah, khususnya yang ada di pemukiman hutan.

Sebagai Penyerap dan Penyimpan Karbon
Dalam konteks ekosistem hutan, selain menyimpan karbon, vegetasi hutan juga dapat menyerap karbon. Nah, beberapa langkah di bawah ini dapat meningkatkan serapan juga simpanan karboh hutan loh, antara lain:
- Menebang di bawah jatah tebang tahunan. Hal ini merupakan pemanenan hutan dengan prinsip kelestarian. Pohon tua tidak lagi efektif menyerap karbon karena telah lambat pertumbuhannya. Pohon tua yang dipanen, juga dapat membuat pohon anakan di sekitarnya mendapat ruang dan cahaya lebih untuk tumbuh.
- Meningkatkan produktivitas hutan. Tebang pilih tanam Indonesia harus terus didorong karena menjadi bagian dari pengurangan emisi. Serapan dan simpanan karbon hutan akan bertambah jika produktivitas hutan juga meningkat.
- Meningkatkan efisiensi pemanenan. Dalam sudut pandang karbon, penanaman jenis vegetasi yang cepat tumbuh akan berdampak positif dalam peningkatan serapan dan simpanan karbon loh!
Yuk, sama-sama menjaga, merawat, dan mengembangkan Hutan Sultan Kita. Di tanggal 28 November ini, Sahabat Sehat kembali diingatkan betapa berperannya hutan bagi kehidupan manusia. Melalui peringatan Hari Menanam Pohon Nasional, yuk bantu regenerasi hutan, karena hutan telah memberi banyak hal. Selamat Hari Menanam Pohon Nasional!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
