Hari Tuberkulosis Sedunia 2021: The Clock Is Ticking

Halo, Teman Sehat! Tahukah kamu, setiap tanggal 24 Maret diperingati sebagai Hari Tuberkulosis Sedunia? Yap, setiap tahunnya diperingati hari TB (Tuberkulosis) sedunia dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penyakit TB itu sendiri, juga efeknya terhadap sektor kesehatan, sosial, dan ekonomi. Tak hanya itu, peringatan ini juga sebagai langkah untuk mengakhiri endemi penyakit TB secara global.

Hari tuberkulosis sedunia, World TB Day
Foto: WHO

Apa itu penyakit TB?

Penyakit TB merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Gejala yang muncul antara lain, batuk dalam kurun waktu lebih dari 2 minggu, sesak napas, dan berkeringat pada malam hari padahal sedang ngga sedang beraktivitas.

Teman Sehat, harus mewaspadai gejala tersebut, ya! Apabila ada gejala serupa, segera periksalebih lanjut ke pelayanan kesehatan terdekat.

Mengapa 24 Maret?

Penyakit TB marak terjadi di Amerika Serikat dan Eropa pada tahun 1800-an. Bahkan pada saat itu dilaporkan terdapat 1 dari 7 kematian yang terjadi. Akhirnya pada 24 Maret 1882 di University of Berlin’s Institute of Hygiene, Dr. Robert Koch pertama kali mengumumkan penemuannya terkait bakteri Mycobacterium tuberculosis sebagai penyebab dari penyakit tuberkulosis. Penemuan tersebut selanjutnya membantu proses diagnosis dan pengobatan penyakit TB.

Bagaimana kondisi penyakit TB saat ini?

Hari tuberkulosis sedunia, world tb day
Foto: Unsplash.com

Penyakit TB tetap menjadi salah satu penyakit infeksi menular paling mematikan di dunia sampai saat ini. Hampir 28.000 orang terinfeksi tuberkulosis dan 4.000 orang meninggal karenanya. Tapi ngga perlu khawatir ya Teman Sehat, karena penyakit TB bisa dicegah dan disembuhkan.

Tema Hari TB Sedunia tahun 2021

Wolrd TB Day, Hari tuberkulosis sedunia 2021
Foto: Pexels.com

Tema hari TB sedunia tahun ini adalah The Clock is Ticking. Sesuai artinya, bahwa waktu terus berlalu, yang memiliki makna peringatan bahwa dunia akan segera kehabisan waktu untuk memberantas penyakit tuberkulosis sampai tuntas. Mengingat para pemimpin dunia maupun nasional telah menargetkan eliminasi penyakit TB.

Di Indonesia terdapat upaya percepatan eliminasi TB yang ditargetkan pada tahun 2030. Upaya tersebut didukung dengan peluncuran program Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS) TBC oleh Kementerian Kesehatan. Program tersebut diharapkan bisa membuat masyarakat berperan aktif dalam deteksi dini penyakit TB supaya dapat segera disembuhkan sebelum terjadi resistensi.

Bagaimana kondisi penyakit TB di masa pandemi ini?

Sebagai dua penyakit yang sama-sama menyerang sistem pernapasan lewat droplet (percikan),  kondisi TB bisa diperparah dengan adanya pandemi COVID-19, yang semakin mempersulit kemajuan eliminasinya.

Masyarakat usia lanjut dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit paru, lebih rentan terkena kedua penyakit ini. Oleh karena itu, tanpa mengabaikan COVID-19, penyakit TB juga tetap perlu diwaspadai.

Ngga perlu takut akan penyakit TB, tapi kamu tetap perlu waspada. Yuk, cegah TB pada diri sendiri dan lingkungan sekitar!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.