Kaitan Pencahayaan dan Ventilasi dengan Tuberkulosis Paru

Hingga saat ini tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan utama di negara berkembang, termasuk di Indonesia. Dibutuhkan waktu yang lama untuk lepas dari penyakit ini. Penderita TB setidaknya perlu mengkonsumsi obat rutin setiap hari selama enam bulan.

Tentunya hal ini bukanlah suatu hal yang mudah untuk dijalani. Bahkan, beberapa penderita kerap tidak melanjutkan pengobatan karena sudah merasa sehat padahal belum memenuhi masa pengobatan.

penularan penyakit tuberkulosis
Foto: Unsplash.com

Padahal, pengobatan penyakit TB yang tidak tuntas dapat menyebabkan kondisi semakin parah dan lebih memungkinkan terjadinya penularan pada orang lain. Penularan bakteri mycobacterium tuberculosis ini dapat terjadi dengan sangat mudah melalui udara ketika penderita TB berbicara, batuk, atau bersin, sehingga udara yang telah tercemar terhirup oleh lawan bicara dan masuk ke tubuh melalui saluran nafas.

Namun, selain adanya kontak fisik dengan penderita TB, kondisi fisik rumah juga menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi proses penyebaran penyakit ini loh,  Sahabat Sehat! Kok bisa, ya?

Pencahayaan Rumah

Pencahayaan rumah menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan jika tinggal bersama dengan penderita TB. Selain tidak nyaman, rumah dengan pencahayaan yang minim dapat menjadi tempat hidup dan berkembang-baik bagi beberapa mikroorganisme patogen, seperti bakteri penyebab tuberkulosis.

Berdasarkan penelitian, bakteri tuberkulosis dapat hidup di tempat yang lembab dan gelap hingga bertahun-tahun lamanya. Ketika penderita TB bersin atau batuk, kuman akan tersebar dan tinggal di dalam ruangan, sehingga dapat menular pada orang lain yang tinggal di rumah yang sama.

Akan tetapi, bakteri ini akan mati jika terkena sinar matahari, terutama sinar ultraviolet yang ada saat cahaya matahari pagi. Oleh karena itu, penting untuk memberikan pencahayaan yang cukup pada rumah agar perkembangbiakan dan penularan bakteri ini dapat dicegah ya, Sahabat Sehat!

pengaruh pencahayaan dan kondisi ventilasi terhadap penyakit TB
Foto: Unsplash.com

Ventilasi

Satu bagian rumah lainnya yang perlu diperhatikan dalam mencegah penularan TB adalah Ventilasi. Hal ini dikarenakan ventilasi memegang peranan penting sebagai tempat pertukaran udara dan masuknya cahaya matahari ke dalam rumah, sehingga ventilasi yang dimiliki harus memenuhi syarat.

Kepadatan penduduk juga dapat mempengaruhi kondisi ventilasi rumah, karena bangunan yang sangat berdekatan bisa saja menghalangi masuknya cahaya matahari masuk ke dalam rumah. Oleh karena itu, pastikan juga posisi ventilasi rumah kamu sudah tepat ya, Sahabat Sehat!

Selain itu, membuka jendela dan pintu dengan rutin, serta memiliki genteng kaca juga dapat menjadi solusi untuk pertukaran udara dan masuknya cahaya matahari ke dalam rumah untuk menekan penularan penyakit TB pada anggota rumah lainnya.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Maelani T dan Cahyati WH. 2019. Karakteristik Penderita, Efek Samping Obat dan Putus Berobat Tuberkulosis Paru. HIGEIA 3(4):625-634. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/article/view/31852/14688

Monintja N, Warouw F, dan Pinontoan OR. 2020. Hubungan Antara Keadaan Fisik Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru. Journal of Public Health and Community Medicine 1 (3):94-100.
https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/ijphcm/article/view/28991/28924

Pralambang SD dan Setiawan S. 2021. Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis di Indonesia. Bikfokes 2(1): 60-71. https://journal.fkm.ui.ac.id/bikfokes/article/view/4660/1303

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.