Halo, Teman Sehat! Apa yang terjadi saat perut kita kosong? Tentu kita akan merasa lapar bukan? Rasa lapar merupakan respon yang normal terjadi saat tubuh kekurangan energi. Tapi, pernah ngga Teman Sehat mendengar istilah hidden hunger atau kelaparan tersembunyi? Apa dampaknya bagi tubuh? Yuk kita cari tahu di sini!

Sumber: google.com
Apa itu hidden hunger?
Hidden hunger merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan kondisi kurangnya asupan atau penyerapan vitamin dan mineral yang penting bagi tubuh . Istilah ini bisa juga disebut sebagai defisiensi zat gizi mikro, yaitu vitamin dan mineral. Menurut WHO, sekitar 2 milyar orang di seluruh dunia mengalami hidden hunger.
Kekurangan zat gizi mikro sering ngga menimbulkan tanda dan gejala dan mungkin sering ngga disadari, oleh karena itu disebut “hidden” atau tersembunyi. Hidden hunger bisa dialami oleh anak-anak hingga dewasa. Beberapa contoh defisiensi vitamin dan mineral yang sering terjadi pada wanita dan anak adalah:
- Zat besi, yang menyebabkan anemia defisiensi besi dan bisa menghambat perkembangan kognitif anak
- Vitamin A, yang berperan dalam kesehatan dan imunitas tubuh
- Yodium, yang penting untuk perkembangan mental dan tubuh pada anak
Apa penyebabnya?

Sumber: https://pixabay.com/
Kualitas diet yang buruk sering menjadi penyebab utama defisiensi vitamin dan mineral. Hidden hunger terjadi saat kualitas asupan seseorang ngga memenuhi kebutuhannya, sehingga kurang akan vitamin dan mineral yang menunjang pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Kurangnya pemahaman seseorang terhadap gizi seimbang dan keterbatasan akses terhadap makanan bergizi menjadi salah satu penyebab hidden hunger.
Selain itu, peningkatan kebutuhan zat gizi pada daur hidup tertentu juga sering menyebabkan ngga terpenuhinya zat gizi mikro, misalnya pada ibu hamil atau menyusui. Penyebab lainnya adalah gangguan penyerapan dan penggunaan zat gizi yang terjadi dalam tubuh.
Dampak hidden hunger
Ketidakcukupan zat gizi yang penting bagi tubuh tentu akan menyebabkan gangguan. Hidden hunger bisa berdampak pada anak hingga dewasa dan lansia. Pada ibu hamil, bisa berdampak pada berat badan bayi lahir rendah, peningkatan mortalitas (tingkat kematian), dan gangguan perkembangan mental pada bayi. Pada anak dan remaja, kekurangan vitamin dan mineral bisa mengakibatkan stunting, peningkatan risiko infeksi, dan penurunan kapasitas mental. Hal yang sama juga terjadi pada fase dewasa, di mana terdapat peningkatan risiko kematian, penurunan produktivitas, malnutrisi, serta peningkatan risiko penyakit kronis.
Pencegahan hidden hunger

Sumber: pexels.com
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah hidden hunger adalah dengan fortifikasi pangan. Fortifikasi pangan adalah penambahan satu atau lebih zat gizi tertentu ke dalam suatu produk pangan untuk meningkatkan kualitas gizi pangan tersebut. Apakah Teman Sehat mengonsumsi garam beryodium? Garam beryodium merupakan salah satu contoh fortifikasi pada pangan. Contoh pangan lain yang terfortifikasi adalah minyak goreng, tepung terigu, sereal dan masih banyak lagi. Selain dengan fortifikasi, hidden hunger bisa dicegah dengan mencukupi konsumsi makanan sumber vitamin dan mineral, seperti buah dan sayur.
Nah, Teman Sehat, itu dia sekilas informasi mengenai hidden hunger. Mencukupi kebutuhan gizi, baik zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak) maupun zat gizi mikro (vitamin dan mineral) sangat penting bagi tubuh. Yuk, mulai perhatikan asupan kita!
Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia SGz

