Kenali Hidden Hunger, Masalah Gizi Yang Tersembunyi

Halo Teman Sehat! Pernahkah kamu mendengar istilah hidden hunger? Istilah ini merupakan satu diantara tiga kasus masalah gizi yang sedang dihadapi masyarakat dunia. Banyak yang menganggap bahwa masalah hidden hunger menjadi tidak lebih penting dibandingkan kedua masalah gizi lainnya yaitu gizi kurang dan obesitas. Faktanya, jika kondisi ini ngga teratasi, berbagai dampak kesehatan akan dirasakan, terutama pada kelompok berisiko.

Lalu, sebenarnya apa sih hidden hunger itu dan bagaimana kondisi ini berdampak pada kesehatan? Yuk, simak ulasan berikut!

Apa sih hidden hunger?

Hidden hunger atau kelaparan tersembunyi adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami kekurangan zat mikronutrien (vitamin dan mineral). Kebutuhan asupan mikronutrien memang relatif sangat sedikit jika dibandingkan dengan kebutuhan zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Ketika seseorang mengalami kekurangan makronutrien,  terdapat perubahan bentuk fisik yang dapat terlihat secara jelas. Sementara dampak dari hidden hunger ngga bisa dilihat secara kasat mata.

Banyak orang yang merasa sehat-sehat saja padahal tubuhnya udah mengalami kekurangan zat gizi mikro. Oleh karena itu perlu adanya pemeriksaan lanjutan untuk menentukan apakah seseorang benar-benar mengalami kekurangan mikronutrien tertentu. Tanda dan gejala yang ngga dapat terlihat inilah yang membuat kondisi ini menjadi sangat berbahaya jika ngga segera diketahui.

Apa bahayanya?

Ketika seseorang mengalami kekurangan zat mikro, dampaknya baru akan terlihat ketika defisiensi terjadi pada jangka waktu yang panjang. Yang perlu diperhatikan adalah masalah ini akan sangat memberikan dampak yang lebih serius pada kelompok anak-anak, wanita hamil, dan wanita usia subur.

Pregnant, Mother, Body, Pregnant Woman

Salah satu dampak yang dirasakan adalah terjadinya anemia. Kondisi ini banyak terjadi pada wanita hamil dan usia subur yang diakibatkan oleh kekurangan zat besi dan asam folat. Berbagai dampak yang mungkin terjadi adalah kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah, adanya komplikasi kehamilan, hingga kematian pada bayi. Selain itu, adanya peningkatan risiko berbagai gangguan tumbuh kembang pada anak, daya tahan tubuh menjadi rendah, dan mudah terserang berbagai penyakit saat dewasa.

Apa yang harus dilakukan?

Pemenuhan asupan makanan dengan mengikuti prinsip gizi seimbang menjadi hal yang penting dilakukan. Berbagai cara lain juga telah dikembangkan untuk mengurangi kasus hidden hunger diantaranya:

  • Fortifikasi adalah suatu penambahan zat gizi pada bahan pangan untuk meningkatkan nilai gizi dalam upaya mengatasi defisiensi zat mikronutrien dan meminimalkan risiko kesehatan. Contoh, penambahan vitamin A pada minyak goreng.
  • Suplementasi adalah pemberian mikronutrien dalam bentuk pil, kapsul, atau sirup dengan dosis yang telah ditentukan untuk meningkatkan kondisi kesehatan  dalam jangka pendek. Contoh, pemberian tablet tambah darah pada remaja perempuan dan ibu hamil.
  • Diversifikasi pangan merupakan upaya untuk mendorong masyarakat agar memvariasikan makanan pokok yang dikonsumsi sehingga ngga terfokus pada satu jenis saja dan menjamin pemenuhan akan kebutuhan berbagai zat gizi.

Nah, memenuhi kebutuhan asupan mikronutrien sama pentingnya dengan pemenuhan kebutuhan zat gizi lainnya. Walau kebutuhannya hanya sedikit, tapi jika kekurangan zat gizi ini dalam jangka waktu yang lama bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan. So, Teman Sehat harus memastikan kebutuhan vitamin dan mineral juga terpenuhi agar terhindar dari kelaparan tersembunyi!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, SGz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *