Kulit Sehat Alami dengan Skin Cycling

Sekarang ini ada banyak sekali produk perawatan kulit yang bisa ditemui. Alhasil ngga sedikit yang jadi terobsesi untuk menggunakan berbagai jenis produk supaya kulit terlihat lebih baik. Sayangnya, hal ini belum tentu bisa membawa banyak perubahan pada kondisi kulit, bahkan berisiko menyebabakan gangguan kesehatan kulit, mulai dari inflamasi, jerawat, peningkatan sensitifitas kulit, hingga penuaan dini.

mengenal skin cycling utnuk kesehatan kulit
Foto: Unsplash.com

Batasi penggunaan skincare dengan “skin cycling”

Skin cycling adalah konsep perawatan kulit yang pertama kali diperkenalkan oleh dermatologist asal New York sekaligus pengarang buku “The Beauty of Dirty Skin”, Dr. Whitney Bowe. Singkatnya, konsep dari skin cycling ini adalah membatasi penggunaan bahan aktif dan eksfolian pada kulit hanya selama beberapa hari dalam seminggu, sementara sisanya adalah untuk jadwal recovery.

Saat pagi hari, kamu bisa melakukan rutinitas skincare seperti yang biasa dilakukan. Misalnya, mencuci muka, mengaplikasikan pelembab, lalu mengenakan tabir surya. Nah, di malam hari barulah kamu bisa mencoba menerapkan skin cycling.

Cara melakukan skin cycling

Kamu bisa coba mengaplikasikan metode skin cycling dengan menerapkan siklus empat harian nih, Sahabat Sehat. Cara ini bisa membantu kulit untuk mendapatkan manfaat maksimal dari eksfoliasi dan penggunaan bahan aktif tanpa mengalami kerusakan ataupun iritasi. Jadi, di malam pertama kamu bisa melakukan eksfoliasi dan fokusk untuk menghilangkan sel kulit mati dari permukaan kulit.

cara melakukan skin cycling utnuk kesehatan kulit
Foto: Unsplash.com

Pada malam kedua, kamu bisa mengaplikasikan produk yang mengandung bahan aktif seperti retinol atau retinoid. Kedua bahan ini sebaiknya ngga digunakan terlalu sering atau terlalu banyak karena berpotensi menimbulkan iritasi dan peradangan pada kulit.

Nah, kamu bisa memanfaatkan hari ketiga dan keempat sebagai waktu untuk recovery atau perbaikan skin barrier dan pH kulit. Artinya, hindari menggunakan produk apapun yang terlalu berat dan biarkan kulit beristirahat sebelum kamu memulai lagi ke siklus awal. Kamu tetap bisa menggunakan produk ringan yang berfungsi untuk menghidrasi dan melembabkan.

Tips sukses terapkan skin cycling

Tips yang pertama adalah hindari penggunaan produk eksfoliasi bersamaan dengan penggunaan bahan aktif seperti retinoid. Setelah melakukan eksfoliasi atau mengaplikasikan produk dengan retinoid, pastikan untuk selalu menggunakan pelembab ya. Nah, sebaiknya kamu juga perlu menyesuaikan siklus perawatan kulit ini sesuai dengan jenis dan kondisi kulit, baik itu berminyak, kering, atau sensitif.

Tips selanjutnya adalah tekun dan sabar. Bahkan, produk perawatan kulit terbaik pun butuh waktu untuk bisa menunjukkan hasil. Hasil yang cepat itu biasanya justru ngga bisa bertahan dalam jangka panjang, loh.

Gimana Sahabat Sehat? Apa kamu tertarik untuk mencoba metode skin cycling ini?

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Byrdie. 2022. Why “Skin Cycling” Is the Key to Your Healthiest Skin. https://www.byrdie.com/skin-cycling-6543946. Diakses pada 13 September 2022

The Well. 2022. If You’re Not Skin Cycling, You’re Doing It Wrong. https://www.the-well.com/editorial/what-is-skin-cycling. Diakses pada 13 September 2022

Women’s Health. 2022. TikTok’s “Skin Cycling” Trend Helps You Get The Most Out Of Exfoliating. https://www.womenshealthmag.com/beauty/a40920099/skin-cycling-tiktok-trend/. Diakses pada 13 September 2022

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.