Halo Sahabat Sehat! Darah memiliki peran vital dalam tubuh manusia. Keberlangsungan hidup disokong oleh ketersediaan asupan zar gizi dan oksigen yang dibawa oleh darah menuju seluruh jaringan dan organ dalam tubuh. Kondisi aliran darah yang berubah kerap dijumpai pada ibu hamil. Apa ya penyebabnya?

Risiko pembekuan darah pada ibu hamil
Kekentalan darah menunjukkan adanya perubahan konsentrasi darah yang semula berbentuk cair menjadi lebih kental. Saat hamil menjelang persalinan, dan 3 bulan pasca melahirkan adalah waktu ketika terjadi kecenderungan pembekuan atau menggumpalnya darah akibat darah kental. Menurut CDC, ibu hamil 5 kali lebih berisiko mengalami penggumpalan darah dibandingkan perempuan tanpa kehamilan.
Darah yang mengental pada ibu hamil dikaitkan dengan perubahan tubuh secara fisiologis selama kehamilan, salah satunya yaitu pembuluh darah sekitar panggul tertekan karena ukuran bayi semakin membesar sehingga aliran darah ke kaki terhambat dan darah menjadi lebih mudah membeku.
Kekentalan darah yang meningkat adalah proses mekanisme perlindungan tubuh ibu hamil terhadap risiko perdarahan, contohnya saat keguguran atau setelah persalinan. Faktor penyebab lainnya yakni kurangnya pergerakan selama kehamilan juga bisa membatasi aliran darah di kaki dan lengan sehingga meningkatkan risiko penggumpalan darah.
Ada beberapa kondisi yang membuat ibu hamil berisiko lebih tinggi memiliki pengentalan darah, yaitu memiliki riwayat penggumpalan atau pengentalan darah sebelumnya, obesitas, pernah melahirkan, hamil anak kembar, hamil di usia lebih dari 35 tahun, dan perjalanan jarak jauh (minim mobilitas).

Tujuan pemberian obat pengencer darah
Pengentalan darah bisa berpotensi membahayakan kesehatan ibu dan janin jika ngga ditangani melalui pengobatan. Penegakan diagnosis oleh dokter akan memudahkan kelanjutan terapi, salah satunya dengan bantuan obat pengecer darah.
Obat pengencer darah, seperti aspirin yang bekerja dengan cara mencegah terjadinya penggumpalan darah. Gumpalan ini bisa menyebabkan sumbatan pembuluh darah, baik di otak (stroke) maupun jantung (serangan jantung). Tujuan diberikannya obat ini supaya darah bisa mengalir sesuai fungsinya. Meski demikian, penggunaan obat pengencer darah juga perlu diwaspadai efek sampingnya ya Sahabat Sehat, misalnya seperti mengalami mimisan atau lebih kulit rentan mengalami memar.
Progresivitas darah kental yang belum tertangani bisa meningkatkan risiko preeklamsia pada ibu hamil. Penanganan sejak dini dan ketepatan diagnosis saat pemeriksaan selama kehamilan meningkatkan peluang bagi ibu hamil dan janin untuk sehat dan selamat saat persalinan.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
