Seputar Kanker Ovarium

Sahabat Sehat, tahukah kamu kalau kanker ovarium menduduki urutan ketiga sebagai jenis kanker yang paling banyak dialami oleh perempuan di Indonesia setelah kanker payudara dan kanker serviks? Bahkan, kematian akibat kanker jenis ini diperkirakan mencapai 7.842 kasus setiap tahunnya.

mengenal kanker ovarium
Foto: Pexels.com

Apa itu kanker ovarium?

Kanker ovarium sendiri mengacu pada pertumbuhan sel ganas atau tumor ganas yang timbul dari berbagai bagian ovarium. Ovarium atau indung telur merupakan bagian dari sistem reproduksi perempuan, tempat memproduksi sel telur (ovum). Kanker ini bisa menyebar ke bagian tubuh lain, seperti panggul dan perut melalui sistem bening, dan menyebar ke hati serta paru melalui sistem pembuluh darah.

Gejala umum yang biasanya ditemui pada penderitanya, yaitu perut kembung, pembengkakan pada perut, sakit perut, mual, cepat kenyang, penurunan berat badan, sering buang air kecil, konstipasi (sembelit), sakit punggung bagian bawah, keluar darah dari vagina, perubahan siklus menstruasi pada penderita yang masih mengalami menstruasi, dan nyeri saaat berhubungan intim. Apabila kemu menemukan gejala tersebut, segeralah periksakan diri ke dokter.

Kenapa bisa terjadi?

Kanker ovarium bisa terjadi karena sel ovarium mengalami perubahan atau mutasi genetik. Kondisi ini membuat sel tersebut menjadi ngga normal, serta tumbuh dengan cepat dan ngga terkontrol.

Sampai saat ini, penyebab terjadinya mutasi genetik tersebut belum diketahui secara pasti. Tapi, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker ini, yaitu berusia di atas 50 tahun, riwayat keluarga dengan kanker ovarium atau kanker payudara, menstruasi dini, merokok, obesitas, menjalani terapi penggantian hormon saat masa menopause, pernah menjalani radioterapi, riwayat endometriosis atau kista ovarium jenis tertentu, dan belum pernah hamil.

pencegahan kaner ovarium
Foto: Pexels.com

Bagaimana penanganannya?

Penanganan kanker ovarium bisa berbeda pada setiap kasusnya karena tergantung oleh stadium kanker, kondisi kesehatan, dan keinginan pengidap untuk memiliki keturunan. Penanganan utamanya adalah melalui operasi, terapi radiasi (terapi yang menggunakan sinar-sinar dengan energi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker), dan kemoterapi (terapi menggunakan obat anti kanker).

Selain itu, penderitanya diharapkan untuk selalu menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang secara teratur, menghindari makanan atau minuman yang mengandung kafein, hindari stres, istirahat yang cukup, perbanyak minum air putih dan jus buah, meningkatkan konsumsi sayur-sayuran, dan rutin melakukan pengobatan sesuai anjuran.

Pencegahan kanker ovarium

Pencegahan kanker ovarium dapat dilakukan dengan menurunkan berbagai risikonya melalui cara-cara, seperti menggunakan kontrasepsi dengan mengonsumsi pil KB, mengonsumsi sayuran, vitamin A, dan vitamin C dalam jumlah yang cukup, ngga merokok, menerapkan pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan secara berkala dengan dokter spesialis kandungan, dan menjaga berat badan ideal.

Sahabat Sehat, itulah tadi informasi seputar kanker ovarium. Yuk mulai sekarang biasakan pola hidup sehat supaya terhindar dari penyakit ini.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga. 2021. Kanker Ovarium. http://ners.unair.ac.id/site/index.php/news-fkp-unair/30-lihat/1920-kanker-ovarium. Diakses pada 13 September 2022.

Indonesia Cancer Care Community. 2019. KENAL LEBIH DEKAT KANKER OVARIUM (1). https://iccc.id/kenal-lebih-dekat-kanker-ovarium. Diakses pada 13 September 2022.

Halodoc. 2022. Kanker Ovarium. https://www.halodoc.com/kesehatan/kanker-ovarium. Diakses pada 13 September 2022.

Hermina Hospitals. 2021. Kanker Ovarium. https://herminahospitals.com/id/articles/kanker-ovarium.html. Diakses pada 13 September 2022.

RSUP. Dr. Sardjito. 2019. Mengenal Kanker Ovarium. https://sardjito.co.id/2019/09/30/mengenal-kanker-ovarium/. Diakses pada 13 September 2022.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.