Manfaat Puasa Bagi Otak

Halo, Teman Sehat! Bagaimana puasa minggu pertamanya? Apa kamu merasa lemas dan pusing selama berpuasa? Tau ngga sih, hal ini bisa terjadi karena organ tubuh juga ikut berpuasa. Salah satunya adalah otak. Gimana ya, reaksi otak saat kamu sedang berpuasa? Lalu, ada ngga sih dampaknya buat kesehatan? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Sumber energi ke otak saat puasa

Teman Sehat, ternyata ketika kamu berpuasa 12-24 jam, kadar gula (glukosa) dalam darah akan berkurang sebesar 20%. Saat puasa, ngga ada asupan zat gizi yang akan dirubah (dimetabolisme) menjadi gula darah, maka zat gizi yang digunakan berasal dari makanan saat sahur atau dari glikogen pada hati.

Selain berasal dari glikogen pada hati, tubuh juga bisa mendapatkan energi dari lemak dan asam lemak bebas yang ada di jaringan tubuh.

Tapi pada puasa yang berkepanjangan, otak akan bergantung dengan sumber energi yang berasal dari hati.  Asam lemak yang ada pada hati,  akan melakukan reaksi ketosis, sehingga akan menghasilkan glukosa sebagai sumber energi tambahan untuk otak.

Inilah yang terjadi pada otak saat puasa

Ternyata selain menghasilkan glukosa untuk otak, reaksi ketosis juga manfaat medis yang dinilai sama dengan pengobatan obat kimiawi, salah satunya adalah autofagi. 

Saat kamu puasa, asupan energi dari makanan akan berkurang dan akan menginisiasi proses autofagi atau penghancuran sel lama  oleh lisosom. Proses ini secara alami akan berkurang seiring bertambahnya usia. Tetapi,  saat puasa proses ini akan secara alami terjadi.  Apalagi jika kamu merasa lapar, maka hormon lapar  (grelin) akan menstimulasi proses autofagi pada sel otak.

Banyaknya sel lama yang ngga terpakai di otak (beta amiloid dan lipofuksin), bisa menyebabkan penyakit Alzheimer,  loh! Tapi  jika kamu  berpuasa, penyakit ini bisa dicegah dengan adanya proses autofagi. Berpuasa juga bisa mengurangi kemungkinan nyeri pada otak yang disebabkan oleh interleukin-6 melalui hormon kortikosteron.

Manfaat lainnya

Saat kelaparan, aktivitas dan perilaku kamu menjadi aktif. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan plastisitas sinaps dan produksi neuron baru dari sel stem saraf.

Selain itu, respons rasa lapar akan meningkatkan kadar hormon adinoponektin dari otak yang berdampak positif pada kesehatan sistem kardiovaskular. 

Sehingga bisa disimpulkan bahwa berpuasa bisa meningkatkan cara kerja syaraf dengan menghasilkan sel-sel baru dan lebih lanjutnya bisa meningkatkan toleransi terhadap stres.

Wah,  ternyata saat puasa otak kamu sedang melakukan pemulihan loh, Teman Sehat! Walaupun tekadang aga sedikit pusing, tapi ternyata ada yang sedang dilakukan oleh otak. Tetap berpuasa dengan sehat ya, agar kamu bisa mendapatkan manfaat yang maksimal!

Editor & Proofreader : Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *