Penting Ngga ya, Edukasi Gizi untuk Anak Sekolah?

Teman Sehat, menurut kamu penting ngga sih, edukasi gizi buat anak sekolah? Yap, ternyata edukasi gizi buat anak sekolah penting, loh! Pemerintah udah melakukan berbagai upaya buat meningkatkan gizi anak sekolah melalui berbagai program, seperti program PMT-AS (Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah) dan Progas (Program Gizi Anak Sekolah).

Tapi sayangnya ngga semua sekolah mendapatkan program tersebut. Menurut kamu, keren ngga sih kalau di sekolah ada pelajaran tentang gizi?

Eduakasi gizi untuk anak sekolah

Kamu tau ngga? Dimasa tumbuh kembangnya, anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar tentang apapun. Keingintahuan ini akan menumbuhkan pola pengembangan awal kebiasaan makan, kesukaan, dan sikap yang akan terbawa hingga dewasa. Oleh karena itu, penting buat menyediakan berbagai pengalaman makan dan gizi di usia dini.

Edukasi bisa dilakukan di rumah oleh orang tua dan di sekolah oleh guru. Berbagai media bisa digunakan dalam pembelajaran. Tapi karena objeknya anak-anak, baiknya diedukasi dengan cara yang menarik dan dalam wujud yang nyata, seperti menggunakan gambar atau video.

Hasil edukasi

  • Membedakan makanan sehat dan ngga sehat

Dilansir livestrong, Lilian W. Y. Cheung and Hank Dart dalam buku mereka “Eat Well and Keep Moving: An Interdisciplinary Curriculum for Teaching Upper Elementary School Nutrition and Physical Activity“, mengatakan bahwa memberikan contoh gambar makanan adalah cara penting untuk membantu anak memahami makanan mana yang harus dikonsumsi dan yang sebaiknya dijauhi.

  • Mengurangi konsumsi fast-food

Di era serba instan seperti sekarang, banyak anak mengonsumsi makanan cepat saji. Jenis makanan ini, bisa berkontribusi dalam penambahan berat badan yang ngga sehat dengan asupan tinggi zat gizi lemak jahat, kalori dan garam.

Menurut Cheung dan Dart, yang menghubungkan pilihan makanan dengan dan kemampuan bermain, bisa membantu memotivasi anak-anak usia sekolah untuk membuat pilihan makanan sehat yang akan dikonsumsi.

  • Mendorong aktivitas fisik

Isobel R. Contento dalam bukunya “Nutrition Education: Linking Research, Theory, and Practice” bahwa pendidikan gizi dan pendidikan jasmani harus berjalan bersamaan. Anak-anak dengan diet yang benar, punya lebih banyak energi untuk bermain atau berolahraga daripada anak-anak dengan diet tinggi lemak dan gula.

  • Meningkatkan kesukaan pada sayur dan buah

Ketika anak-anakdiedukasi dengan informasi dan kegiatan terkait manfaat konsumsi sayur dan buah, diharapkan konsumsi keduanya akan meningkat. Selain itu, pihak sekolah bisa membuat proigram membawa bekal dengan sayur dan buah pada hari tertentu, buat meningkatkan minat anak-anak mengonsumsi sayur dan buah.

Konsekuensi kalau ngga ada edukasi gizi

Konsekuensinya jika kamu ngga mengedukasi si kecil yaitu, anak akan cenderung mempunyai pola makan dan hidup yang buruk sehingga akan meningkatkan risiko penyakit kronis, termasuk kanker, penyakit jantung dan diabetes.

Jika kebaikan ini ngga diajarkan, maka saat dewasa, mereka mungkin bisa meningkatkan biaya perawatan kesehatan akibat penyakit kronis dari pola makan dan hidup yang ngga baik.

Yuk, Teman Sehat ajak si kecil untuk membiasakan pola makan dan pola hidup yang baik, agar kesehatannya terjaga sampai dewasa nanti. Sebelum mengajarkannya pada si kecil, sebagai guru dan orang tua, kamu diharapkan memiliki pengetahuan dasar gisi dan meningkatkan kreativitas agar pembelajaran dengan si kecil semakin menyenangkan!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STp

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *