Halo, Teman Sehat! Sejak pandemi, kamu pasti sering mendengar istilah vaksin dimana-mana, kan? Yap, saat ini para peneliti dan dokter sedang dikejar waktu untuk menemukan cara yang tepat menghadapi pandemi Covid-19. Tapi, banyak yang meyakini kalau vaksin bukanlah metode yang tepat untuk mencegah penyakit. Apakah benar begitu? Yuk, simak penjelasannya di sini!
Apa itu vaksin?
Vaksin ternyata merupakan virus atau bakteri yang sudah dilemahkan atau dimatikan, sehingga ngga bisa menyebabkan infeksi maupun penyakit. Cara ini cukup mampu merangsang tubuh untuk membentuk sistem pertahanannya, loh.
Contohnya, vaksin influenza yang diberikan secara berkala pada anak-anak dan orang dewasa. Studi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), menyebutkan hal ini terbukti mengurangi kejadian penyakit flu sebanyak setengah dari seluruh kasusnya, loh!
Bagaimana cara kerjanya?
Tahukah kamu, pertahanan tubuh manusia sangat rumit sehingga semua jenis zat asing yang pernah masuk ke dalam tubuh bisa diingat dengan baik. Pemberiannya akan membentuk antibodi. Lalu tubuh mengingat jenis bakteri atau virus jika sewaktu-waktu kembali menyerang.

Saat terjadi infeksi yang sebenarnya, tubuh sudah memiliki sistem pertahanan sehingga lebih siap untuk melawan. Apakah penggunaan vaksin 100% persen bisa mencegah penyakit? Tentu ngga. Akan tetapi, pemberiannya bisa mengurangi tingkat keparahan penyakit dibandingkan dengan orang yang ngga mendapatkan vaksin sama sekali.
Siapa yang wajib melakukan?
Teman Sehat, menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, anak-anak harus mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dimulai sejak bayi baru lahir yang terdiri dari beberapa jenis vaksin. Tak hanya anak-anak, orang dewasa juga mendapat anjuran tersebut.
Bagi yang memiliki kecenderungan terhadap penyakit atau memiliki rencana perjalanan ke daerah tertentu, vaksinasi perlu dilakukan untuk mencegah tertularnya penyakit di daerah tersebut, ya. Seperti pencegahan meningitis bagi orang yang ingin naik haji.
Apakah ada efek samping?
Jangan khawatir dengan efek samping yang jarang sekali terjadi. Pada balita, efek sampingnya cenderung ringan serta menghilang dalam beberapa hari. Sedangkan efek paling serius yaitu reaksi alergi dengan jumlah kasus sangat kecil dan bisa ditangani menggunakan obat-obatan sederhana seperti obat alergi pada umumnya.

Bagi orang dewasa, efeknya lebih langka dibandingkan dengan anak-anak. Yang perlu diingat, segera hubungi dokter untuk mencegah hal yang ngga diinginkan jika terjadi sesuatu, ya!
Nah, setelah membaca penjelasan di atas ternyata vaksin ngga berbahaya, kan? Sebaliknya, justru bermanfaat untuk mencegah penyakit, bukan mengundang penyakit! Jadi, apakah kamu masih ragu? Jangan lupa untuk bagikan informasi menarik ini ke orang-orang sekitar kamu, ya!
Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

