Viroterapi, Alternatif Pengobatan Kanker

Teman Sehat, kanker banyak dikenal sebagai penyakit yang ‘menyeramkan’, karena sulitnya penyembuhannya, bahkan bisa menimbulkan kematian. Berdasarkan data dari  WHO pada tahun 2018, terdapat 9,6 juta penderita kanker yang meninggal dunia.

Hingga sekarang, para peneliti juga terus mengembangkan pengobatan dari penyakit ini. Biasanya pengobatan kanker yang digunakan adalah kemoterapi dan radioterapi. Tapi kamu tau ngga sih, ternyata ada loh, pengobatan menggunakan metode viroterapi. Yuk, bahas lebih lanjut!

Apa sih, viroterapi?

Kamu tau ngga? Ternyata virus lebih suka menyerang sel kanker dari pada sel sehat, loh! Hal inilah yang menjadi dasar dalam pengembangan viroterapi. Viroterapi merupakan pengobatan kanker dengan memanfaatkan virus untuk menghancurkan sel kanker.

Berdasarkan jurnal Science Translational Medicine, virus NDV (Newcastle Disease Virus) ngga berbahaya bagi manusia, loh! Selain itu, virus ini juga bisa langsung disuntikkan ke sel tumor yang terinfeksi virus dan ngga terinfeksi.

Virus yang digunakan

Virus yang digunakan dalam terapi ini disebut virus onkolitik. Virus yang digunakan ngga boleh sembarangan, karena memiliki spesifikasi tertentu seperti, harus memiliki efek samping yang rendah terhadap sel normal, mampu menginfeksi manusia, dan memiliki siklus replikasi (penggandaan DNA) yang cepat.

Virus ini juga harus melewati proses rekayasa terlebih dahulu, tujuannya agar kerja virus ini jadi lebih spesifik. Pada tahun 2015, virus onkolitik pertama yang diresmikan oleh FDA (Food and Drug Administration), adalah talimogene laherparepvec. Virus ini, juga bisa digunakan pada penyakit campak.

Cara kerjanya

Virus ini akan disuntikkan langsung ke dalam sel kanker. Dalam prosesnya, virus ini akan menggandakan DNA, kemudian menghancurkan sel kanker melalui pelepasan virus progen, dan mengaktifkan sistem imun antiviral dan antitumoral. Imun antitumoral berfungsi menghancurkan sel tumor, sedangkan imun antiviral bertugas menyerang virus yang masih tersisa.

Kelebihannya

Kelebihan dari terapi ini adalah keefektifan dalam menghilangkan sel kanker. Selain itu, terapi ini ngga akan mengganggu pelaksanaan terapi lainnya. Jadi, jika dikombinasikan dengan terapi lain seperti, kemoterapi atau radioterapi. Mekanisme penggunaan virus ini, juga masih terus berkembang dan di masa depan, bisa digunakan.

Kekurangannya

Setiap pengobatan, pasti memberikan efek samping. Nah, kelemahan dari terapi ini adalah kerentanan tubuh penderita kanker. Yap efek sampingnya, penderita bisa terkena inflamasi (peradangan) dan flu like syndrome (gejala seperti influenza). Selain itu, sulitnya pengiriman virus ke dalam tubuh. Hal ini dikarenakan sel kanker terkadang sulit dijangkau dengan jarum dan harus melalui pembuluh darah.

Nah Teman Sehat, semakin berkembangnya ilmu pengetahuan diharapkan penemuan-penemuan virus onkolitik lainnya, bisa menjadi alternatif dalam mengobati penyakit kanker. Meskipun pengobatannya terus berkembang, akan lebih baik jika kamu tetap menjalani pola hidup yang sehat, sehingga bisa terhindar dari penyakit menyeramkan seperti kanker. Yuk, jaga pola hidup sehat!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.