Yuk, Kenal Lebih Dekat dengan Penyakit Lupus!

Halo Teman Sehat! Baru-baru ini dunia selebritis dikagetkan dengan kabar dari penyanyi Selene Gomez yang diketahui menjalani transplantasi ginjal akibat penyakit lupus yang dideritanya. Tahukah Teman Sehat apa itu penyakit lupus? Apa penyebab dan gejalanya?

 

 

WHO mencatat setidaknya terjadi 5 juta kasus penyakit lupus di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, berdasarkan survey yang dilakukan oleh Prof. Handono Kalim dkk di Malang diketahui bahwa 0.5% total populasi atau 1.250.000 orang menderita penyakit ini.

Apa itu lupus?

Lupus merupakan salah satu jenis dari penyakit autoimun. Imunitas tubuh pada dasarnya didisain untuk melindungi tubuh dari bahaya, namun pada orang yang menderita lupus sistem imunnya salah mengenali bagian tubuh sendiri sehingga merusak sel/jaringan/organ tersebut. Bagian tubuh yang mengalami kerusakan tergantung dari bagian yang diserang seperti otak, ginjal, hati, jantung, dan lain-lain.

Apa sih penyebabnya?

Penyakit lupus atau yang kerap disebut LSE (Lupus Eritematrosis Sistemik) merupakan penyakit autoimun yang belum jelas penyebabnya. Tapi, beberapa factor risiko berikut bisa memperbesar peluang seseorang terkena penyakit ini. Yuk, cari tahu!

  • Genetik

Sekitar 7% penderita LSE memiliki keluraga dekat yang juga didiagnosis penyakit ini loh! Jadi, factor keturunan berperan penting ya Teman Sehat. Selain itu, juha diketahui ada 30 variasi gen yang dikaitkan dengan lupus.

  • Lingkungan

Faktor-faktor seperti infeksi, stres, makanan, paparan sinar matahari, penggunaan obat-obatan tertentu, dan merokok bisa menjadi pemicu munculnya penyakit yang satu ini.

  • Hormonal

Tahukah Teman Sehat kalau lupus lebih berisiko terjadi pada perempuan? Hormon yang berkaitan dengan menstruasi dan kehamilan yaitu estrogen merupakan salah satu pencetus LSE ini.

Apa saja gelajanya?

Penyakit lupus juga dikenal dengan penyakit 1000 wajah karena gejalanya yang ngga spesifik. Gejalanya dapat berupa keletihan, sakit kepala, sendi bengkak, demam, anemia, nyeri dada ketika menarik nafas panjang, ruam kemerahan pada pipi dan hidung dengan pola seperti kupu-kupu, sensitive terhadap cahaya matahari, rambut rontok hingga botak, jari-jari pucat dan berubah kebiruan, dan lain-lain.

Jenis-jenis penyakit lupus

Ternyata lupus itu juga banyak jenisnya loh Teman Sehat!

  • Lupus eritematosus sistemik

Lupus jenis inilah yang kebanyakan masyarakat rujuk sebagai penyakit lupus. Lupus sistemik dapat bersifat ringan hingga berat, dapat terjadi secara tiba-tiba atau berkembang secara perlahan. Komplikasi serius yang bisa terjadi akibat lupus jenis ini antara lain: inflamasi ginjal (lupus nefritis), inflamasi system saraf dan otak, pengerasan pembuluh arteri coroner, dll.

  • Lupus eritematosus kutaneus

Lupus jenis ini spesifik menyerang kulit yang dapat dikenali dengan mudah berupa munculnya ruaruam pada kulit. Diperkiran 10% penderita lupus tipe ini akan berkembang menjadi lupus sistemik.

  • Lupus imbas obat

Ada >100 jenis obat yang dapat menyebabkan efek samping seperti gejala lupus. Hal ini dapat diatasi dengan berhenti mengonsumsi obat tersebut. Tipe obat yang bisa berimbas pada lupus antara lain: hydralazine (pengobatan hipertensi), procainamide

(obat aritmia), isoniazid (obat TBC).

  • Neonatal lupus

Hal ini dikarenakan seorang ibu penderita lupus yang sedang mengalami kehamilan. Antibodi si ibu bereaksi terhadap janin yang ada di dalam kandungannya. Saat dilahirkan, si bayi akan memiliki kulit kemerah-merahan, masalah hati, dan rendahnya jumlah sel darah merah. Gejala ini bisa hilang dengan sendirinya setelah beberapa bulan tanpa efek lanjutan.

Nah, itulah hal-hal yang perlu Teman Sehat ketahui tentang lupus. Jangan lupa lakukan SALURI (perikSA Lupus sendiRI) dengan mengamati apakah ada gelaja-gejala lupus di diri Teman Sehat. Yuk, hidup sehat dan peduli terhadap kesehatan diri sendiri!

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.