Halo, Teman Sehat! Tahu ngga sih, beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 27 Januari diperingati sebagai Hari Kusta Internasional, loh! Kamu udah tahu belum, apa itu penyakit kusta? Kalau belum, yuk kenal lebih dekat tentang penyakit yang satu ini, Let’s check it out!
Apa sih, penyakit kusta?
Penyakit kusta merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi kuman Mycobacterium leprae. Istilah “kusta” berasal dari bahasa sansakerta yang artinya kumpulan gejala-gelaja kulit.

Penyakit ini, bisa menyerang berbagai bagian tubuh, tapi yang lebih sering terserang adalah bagian saraf dan kulit. Selain itu, penyakit ini termasuk ke dalam salah satu penyakit kronis yang bisa menimbulkan kecacatan.
Bukan cuma kecacatan fisik, loh! Tapi juga bisa menimbulkan masalah psikologis, ekonomi, dan sosial bagi penderitanya. Penyakit ini, pertama kali akan menyerang susunan saraf tepi, lalu menyerang kulit, mulut, saluran pernafasan bagian atas, mata, otot, dan kemudian tulang.
Ternyata ini loh, ciri-cirinya!

Berdasarkan artikel yang dikeluarkan oleh Depkes RI, berikut adalah ciri-cirinya:
1. Adanya bercak pada kulit dan mati rasa pada tubuh
Jika kamu terinfeksi penyakit ini, maka akan ada bercak berwarna merah dan putih. Selain itu, juga terjadi penebalan pada kulit berupa benjolan-benjolan. Kemudian tubuh akan mengalami mati rasa, seperti kesulitan dalam meraba, dan sakit sebagian maupun total.
2. Penebalan pada saraf tubuh
Tubuh manusia memiliki dua jenis saraf yaitu saraf sensorik dan saraf motorik. Jika kamu terserang kusta, saraf sensorik akan mengalami mati rasa dan saraf motorik akan mengalami kelumpuhan, kelemahan otot. Selain itu saraf otonom kamu juga akan terganggu, berupa kulit mengalami retak-retak dan kering.
3. Luka yang sulit sembuh.
Ciri selanjutnya adalah luka di sekitar tubuh yang lama sembuh. Kamu harus berhati-hati, ya jika luka yang ngga kunjung sembuh dan saat luka disentuh atau ditekan terasa sakit!
Lalu, apa aja ya, dampak dari penyakit ini?

Beberapa dampak dari penyakit ini, yaitu mengakibatkan penderita kusta menjadi tuna sosial, tuna wisma, tuna karya, dan juga memungkinkan terjadinya melakukan kejahatan atau gangguan di lingkungan masyarakat.
Nah, jadi gimana Teman Sehat? Kamu udah tahu lebih banya kan, tentang penyakit ini? So, perhatikan lingkungan sekitar dan beritahu mereka tentang penyakit kusta agar lingkunganmu terhindar dari penyakit kronis yang satu ini! Tetap dukung penderitanya agar ngga merasa tersingkir dari hubungan sosial mereka.
Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP
